Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Penyidik Korsel Batalkan Penangkapan Presiden Yoon Suk Yeol di Tengah Kebuntuan

Desi Rossilawati
Jumat, 3 Januari 2025 | 21:50 WIB
Bagikan
Penyidik Korsel Batalkan Penangkapan Presiden Yoon Suk Yeol di Tengah Kebuntuan
VISI.NEWS | KORSEL - Penyidik di Korea Selatan membatalkan rencana penangkapan Presiden Yoon Suk Yeol. Kantor Investigasi Korupsi (CIO) menyatakan pembatalan tersebut terjadi karena hambatan yang tidak memungkinkan eksekusi perintah penangkapan dilakukan. Keputusan ini juga dipengaruhi oleh kekhawatiran terkait keselamatan personel di lokasi. "Mengenai pelaksanaan surat perintah penangkapan hari ini, diputuskan bahwa eksekusi secara efektif tidak mungkin untuk dilakukan karena kebuntuan yang sedang berlangsung," ujar CIO dilansir AFP, Jumat (3/1/2025). "Kekhawatiran terhadap keselamatan personel di lokasi menyebabkan keputusan untuk menghentikan eksekusi," tuturnya. Sebelumnya, penyidik berhasil masuk ke kediaman Presiden Yoon setelah melewati barikade keamanan yang sangat ketat, tetapi mereka dihadang oleh militer di dalam area tersebut. Situasi di sekitar kediaman presiden menjadi sangat ramai, dengan ratusan polisi berjaga dan barisan bus polisi terparkir di luar kompleks. "Mereka dihadang oleh unit militer di dalam setelah masuk," ujar kantor berita Yonhap dalam laporan AFP. Sebanyak 2.700 personel polisi dan 135 bus polisi dikerahkan untuk menjaga keamanan, mengingat adanya bentrokan antara pendukung Yoon dan demonstran yang menentangnya sehari sebelumnya. Presiden Yoon, yang telah mengurung diri di kediamannya sejak pengadilan menyetujui surat perintah penahanannya, menyatakan akan melawan otoritas yang mencoba menginterogasinya. Penahanan ini terkait dengan dugaan keterlibatannya dalam upaya darurat militer yang gagal. Kejadian ini menunjukkan eskalasi politik yang signifikan di Korea Selatan, mengingat kedudukan seorang presiden yang menjadi target penyelidikan atas dugaan pelanggaran serius. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.