Penyidik Korsel Batalkan Penangkapan Presiden Yoon Suk Yeol di Tengah Kebuntuan
Editor
Desi Rossilawati
Jumat, 3 Januari 2025 | 21:50 WIB
VISI.NEWS | KORSEL - Penyidik di Korea Selatan membatalkan rencana penangkapan Presiden Yoon Suk Yeol. Kantor Investigasi Korupsi (CIO) menyatakan pembatalan tersebut terjadi karena hambatan yang tidak memungkinkan eksekusi perintah penangkapan dilakukan. Keputusan ini juga dipengaruhi oleh kekhawatiran terkait keselamatan personel di lokasi.
"Mengenai pelaksanaan surat perintah penangkapan hari ini, diputuskan bahwa eksekusi secara efektif tidak mungkin untuk dilakukan karena kebuntuan yang sedang berlangsung," ujar CIO dilansir AFP, Jumat (3/1/2025).
"Kekhawatiran terhadap keselamatan personel di lokasi menyebabkan keputusan untuk menghentikan eksekusi," tuturnya.
Sebelumnya, penyidik berhasil masuk ke kediaman Presiden Yoon setelah melewati barikade keamanan yang sangat ketat, tetapi mereka dihadang oleh militer di dalam area tersebut. Situasi di sekitar kediaman presiden menjadi sangat ramai, dengan ratusan polisi berjaga dan barisan bus polisi terparkir di luar kompleks.
"Mereka dihadang oleh unit militer di dalam setelah masuk," ujar kantor berita Yonhap dalam laporan AFP.
Sebanyak 2.700 personel polisi dan 135 bus polisi dikerahkan untuk menjaga keamanan, mengingat adanya bentrokan antara pendukung Yoon dan demonstran yang menentangnya sehari sebelumnya.
Presiden Yoon, yang telah mengurung diri di kediamannya sejak pengadilan menyetujui surat perintah penahanannya, menyatakan akan melawan otoritas yang mencoba menginterogasinya. Penahanan ini terkait dengan dugaan keterlibatannya dalam upaya darurat militer yang gagal.
Kejadian ini menunjukkan eskalasi politik yang signifikan di Korea Selatan, mengingat kedudukan seorang presiden yang menjadi target penyelidikan atas dugaan pelanggaran serius. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!