IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Penistaan Al Aqsa di Palestina Masih Terjadi, Indonesia harus Aktif Hapuskan Penjajahan

ED
Senin, 26 September 2022 | 15:48 WIB
Bagikan
Penistaan Al Aqsa di Palestina Masih Terjadi, Indonesia harus Aktif Hapuskan Penjajahan

VISI.NEWS | PALESTINA - Penistaan masjid suci Al Aqsa, Palestina, oleh penduduk illegal Yahudi sampai saat ini masih terus berlangsung. Aksi tersebut pun mendapat perlindungan dari otoritas Israel selama hari-hari libur panjang Yahudi di bulan September. Izin untuk menyerbu masjid suci umat Islam tersebut merupakan hasil dari rapat keamanan yang dipimpin oleh Perdana Menteri Yair Lapid beberapa waktu yang lalu. Larangan untuk menyerbu masjid tidak ada dalam agenda pertemuan.

Menurut Ketua Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Suripto, berdasarkan laporan dari Departemen Wakaf Islam di Yerusalem, kelompok pemukim ini berturut-turut menyerbu Masjid Al Aqsa. Mereka datang dari sisi Gerbang Al Magharibah. Masjid Al-Aqsa menjadi sasaran para pemukim yang menyerbu setiap hari dalam dua shift, pagi dan sore, dengan pengecualian hari Jumat dan Sabtu. Hal ini disebut sebagai upaya pendudukan untuk memaksakan pembagian temporal di Al Aqsa. "Tentu ini sangat merendahkan kedaulatan masjid Al Aqsa, bangsa Palestina dan umat muslim di seluruh dunia di mana kiblat pertama umat Islam dinistakan secara sistematis oleh otoritas penjajah. Kita menuntut negara-negara dunia Islam untuk bersuara atas propaganda yang sangat provokatif ini. Apalagi masjid ini lama kelamaan sudah mulai rapuh akibat penggalian terowongan di bawahnya. Selain sebagai situs sejarah, masjid ini adalah simbol kemuliaan," tuturnya dalam rilis yang diterima VISI.NEWS, Senin (26/9/2022). Suripto menambahkan bahwa isu Palestina dan Israel ini, khususnya penistaan terhadap masjid suci Al Aqsa sebenarnya sudah berlangsung puluhan tahun. Hingga saat ini pun masih terus berlangsung dan lembaga dunia seperti PBB hanya bisa mengutuk tanpa bertindak. "Kita akui bahwa Israel memang menguasai ekonomi dan politik di berbagai negara terutama di negara-negara adikuasa seperti Amerika. Memperjuangkan kemerdekaan Palestina bagi bangsa Indonesia bukan sekedar berdasarkan sentiment historis maupun agamis, tapi juga amanat dari Pembukaan UUD 1945. Kita harus aktif menghapuskan penjajahan, bukan sekedar mengutuk penjajahan." Secara terpisah, pengamat sejarah Islam dan pendiri Pusat Kajian Sejarah Hepi Andi Bastoni mengatakan bahwa umat Islam tidak bisa bersatu dalam membela Palestina. Menurutnya, ada dua faktor yang mendampingi yaitu konteks sejarah dan konteks hari ini. "Terkait sejarah, bagaimana keberadaan Israel di negeri Palestina didukung kuat kekuatan dunia pada Perang Dunia pertama yaitu Inggris dan sekutunya. Dan kedua, hari ini umat Islam terpecah menjadi beberapa negara bagian seperti Syam yang terpecah menjadi Yordania, Lebanon, Suriah dan Palestina sendiri." Hal yang sama juga terjadi pada Irak, Kuwait dan Mesir yang tidak memiliki kekuatan politik untuk menekan Israel. "Solusinya adalah umat Islam harus bersatu, dalam konteks lobi-lobi politik tingkat internasional untuk menekan dunia Barat agar mendukung Palestina," tutupnya.@mpa

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.