Pengungsi Bencana di Sukabumi Terserang Ispa Hingga Diare
VISI.NEWS | SUKABUMI - Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayjen TNI Lukmansyah menyatakan masyarakat yang mengungsi akibat bencana mulai terserang sejumlah penyakit sepeti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (Ispa) gatal dan diare.
Menurut Lukmansyah, petugas kesehatan yang ditugaskan akan melakukan pemeriksaan kepada para pengungsi. Dia pun memastikan obatan-obatan sudah tersedia.
“Untuk kondisi kesehatan, kalau lagi mengungsi itu biasa Ispa, gatal-gatal dan diare. Flu batuk itu Ispa. Obatnya itu sudah disiapkan dinas kesehatan,” ujar Lukmansyah usai melaksanakan rapat koordinasi di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Kamis (12/12/2024).
Menurut dia, apabila jumlah pengungsi yang terserang penyakit hanya 2 atau 3 kepala keluarga (KK). Maka, klinik mobil yang akan memberikan layanan kesehatannya. Sedangkan untuk pengungsian dengan jumlah pengungsi yang lebih besar lagi disiagakan pos kesehatan lengkap dengan petugas kesehatan serta obatan-obatan.
Sementara itu, dari data terbaru yang dirilis BPBD Kabupaten Sukabumi, Kamis (12/12/2024) 07.00 WIB, jumlah wilayah terdampak bencana banjir bandang, longsor, pergerakan tanah dan angin kencang sebanyak 39 kecamatan yang tersebar di 186 desa. Adapun rincian bencana yang terjadi yaitu 329 kejadian longsor, banjir 282 kejadian, angin kencang 34 kejadian dan 670 kejadian pergerakan tanah. Korban terdampak sebanyak 8.830 KK terdiri dari 20.722 jiwa, korban mengungsi 4.653 KK terdiri dari 13.459 jiwa lalu korban terancam 1.655 jiwa. Bencana yang terjadi pada Rabu (4/12/2024) itu membuat 1.606 rumah rusak, 1.829 rumah rusak sedang dan 2.072 rumah rusak ringan. Tak hanya menimbulkan kerusakan, bencana juga menelan korban jiwa sebanyak 12 orang. Dari 12 korban itu, 10 orang ditemukan meninggal dunia sedangkan 2 lagi dinyatakan hilang. @andriBerita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!