Pengukuhan Pengurus Pusat PWI 2025-2030 di Kota Bersejarah Surakarta
VISI.NEWS | SURAKARTA - Pengukuhan Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) periode 2025-2030 resmi dilaksanakan di Gedung Monumen Pers Indonesia, Jalan Gajah Mada No. 59, Kota Surakarta, Jawa Tengah, pada Sabtu (4/10/2025). Acara yang mengusung tema “Bangkis Bersama, Bersatu Merawat Keadaban Bangsa” ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting dari dunia pers, pemerintahan, dan aparat keamanan.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Meutya Hafid turut hadir dalam acara tersebut, memberikan sambutan sekaligus menunjukkan dukungan penuh terhadap PWI sebagai organisasi wartawan terbesar di Indonesia. Selain itu, turut hadir pula Ketua PWI Provinsi se-Indonesia, Wakapolda Banten Brigjen Pol Latif Usman, serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kota Surakarta yang menambah meriah acara pengukuhan ini.
Acara dimulai dengan penampilan tiga wanita cantik yang menari Tarian Rara Ngigel, sebuah tarian tradisional Jawa yang membawa suasana kearifan lokal. Ketua Pelaksana Pengukuhan, Anas Syahirul, dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga atas pelaksanaan acara yang berlangsung di Kota Solo, yang meskipun kecil namun memiliki semangat kebersamaan yang besar. "Sekarang tidak ada lagi kubu Zulmansyah, atau Kubu HCB. Sekarang, cuma satu PWI, Persatuan Cak Munir," tegas Anas, mengajak seluruh anggota PWI untuk lebih bersatu dalam mewujudkan tujuan bersama.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menyampaikan selamat kepada pengurus PWI Pusat yang baru dilantik. Menurutnya, pengukuhan ini adalah simbol pentingnya kebersamaan dan peran besar wartawan dalam menjaga demokrasi dan kebebasan pers di Indonesia. "Semoga PWI bisa semakin berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa," ungkap Astrid.
Ketua PWI Pusat terpilih, Akhmad Munir atau yang akrab disapa Cak Munir, dalam pidato pengukuhannya mengatakan bahwa persatuan adalah kunci kesuksesan dalam organisasi. “Tanpa adanya persatuan, organisasi akan lumpuh. Dan itu terbukti saat sebelum digelarnya Kongres Persatuan PWI, di mana kondisi PWI benar-benar berada pada titik nadir dan tidak berjalan dengan baik,” ujar Cak Munir, yang mengaku bangga atas pencapaian PWI dalam periode kepengurusan sebelumnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!