Penggemar K-Pop Serukan Hana Bank Setop Pendanaan Batu bara di Indonesia
Tak hanya itu, operasi nikel dilaporkan membahayakan komunitas lokal, lingkungan, dan keanekaragaman hayati Pulau Obi. Mengacu Laporan Climate Rights International 2025, operasi nikel di pulau Obi berimbas pada hak masyarakat atas lahan mereka dan relokasi yang dipaksakan dan tidak layak ke EcoVillage. Yang terbaru, laporan Gecko Project menemukan kandungan metal berat pada level berbahaya dalam ikan hasil tangkapan di perairan sekitar proyek nikel, yang menimbulkan risiko kesehatan terutama pada anak-anak.
“Pembiayaan KEB Hana ke Grup Harita memperburuk krisis iklim karena mendukung pembangunan 2,1 gigawatt (GW) PLTU khusus industri (captive), dimana International Energy Agency (IEA) telah memperingatkan untuk dihentikan demi menyelamatkan ekonomi dan masa depan. Karenanya, kami mendesak Hana Bank untuk berhenti membiayai perusahaan yang pembangunan PLTU captive, termasuk Grup Harita yang bergantung pada bahan bakar fosil dalam operasi pengolahan nikelnya,” kata Ginanjar Ariyasuta, Juru Kampanye Keuangan Energi Indonesia Market Forces.
Sementara itu, Hana Bank populer di kalangan anak muda Indonesia melalui bank digital mereka Line Bank, yang memiliki lebih dari 1,2 juta nasabah pada 2024. Bank ini dikenal oleh penggemar lantaran induk usahanya Hana Financial Group, menunjuk sejumlah idola K-pop sebagai brand ambassador, seperti G-Dragon dan Ahn Yujin dari IVE.
Merespon keterlibatan bank ini dalam operasi nikel yang merusak, tujuh basis penggemar telah menandatangani surat terbuka yang akan dikirim ke kantor pusat Hana Bank di Seoul oleh KPOP4PLANET. Lebih dari 161.000 penggemar lainnya yang tergabung sebagai pengikut mendukung aksi daring di Instagram dan X untuk menandai massal akun Hana Bank Korea dan menuntut pertanggungjawaban mereka.
Salah satu pendukung kampanye sekaligus penggemar G-Dragon dengan akun @istri.jidi mengungkapkan kekecewaannya, “Saat melihat GD menjadi brand ambassador dari Hana, sebagai penggemar tentu ada rasa bangga yang sulit dijelaskan. Tapi aku kecewa saat tahu bahwa pembiayaan Hana merugikan masyarakat dan lingkungan Pulau Obi. Aku berharap Hana bisa sejalan dengan nilai-nilai yang selalu GD bawa tentang masa depan yang lebih baik.”
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!