Penertiban Bangunan Liar dan Tambang Ilegal di Jabar, Dedi Mulyadi: Untuk Generasi Masa Depan
VISI.NEWS | BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan terkait dengan kebijakannya membersihkan daerah aliran sungai, membongkar sejumlah bangunan hingga menutup tambang ilegal di Provinsi Jabar.
Dedi Mulyadi melakukan penertiban terhadap bangunan liar khususnya yang berdiri di bantaran sungai. Hal ini Dedi Mulyadi menegaskan apa yang dilakukan pihaknya memiliki tujuan.
Tak hanya itu Ia juga melakukan penutupan terhadap tambang ilegal maupun tambang yang sudah memiliki izin tetapi diketahui melanggar.
Upaya yang dilakukan Gubernur Jawa Barat tersebut kerap menuai pro kontra. Meski ada yang mendukung di sisi lain ada pula yang memprotes kebijakan Gubernur Jabar.
"Saya sampaikan ya bahwa kebijakan-kebijakan saya mengenai pembersihan daerah-daerah aliran sungai membongkar bangunan itu semuanya untuk kepentingan masa depan," ujar Dedi Mulyadi dikutip dari akun Instagram @dedimulyadi71, Sabtun (21/6/2025).
Meski demikian Dedi mengaku memberikan solusi dalam setiap kebijakan yang dilakukannya.
"Saya memberikan solusi setiap hal yang saya jumpai, tetapi solusinya kalau jumlahnya hanya puluhan saya bisa cepat memberikan pembiayaan karena itu berasal dari uang yang saya miliki," jelasnya.
Namun jika jumlahnya ratusan Dedi akan mencari mitra untuk memberikan bantuan di antaranya dari BJB Peduli serta Baznas Provinsi Jawa Barat. Hal itu menurut kepala daerah dilakukan untuk meringankan mereka yang mengalami perubahan pola hidup dari bantaran sungai biasanya digeser ke tempat-tempat kontrakan.
Tak hanya kebijakan membongkar bangunan di bantaran sungai yang berdampak pada bencana banjir, Dedi juga mengungkapkan soal kebijakan menutup tambang di Jawa Barat.
"Kemudian banyak juga yang berteriak-teriak bahwa penutupan tambang menimbulkan pengangguran, kami menderita, lupa ya tambang ilegal itu merusak jalan merugikan negara ratusan miliar bahkan triliun, dan lupa juga tambang-tambang yang Anda keruk itu menimbulkan sedimentasi sungai," tegas Dedi.
Bahkan kata Gubernur Jawa Barat itu, banyak petani yang kehilangan waktu untuk bercocok tanam karena sungainya kering, sawahnya kering.
Hanya menurut Dedi, para petani yang terdampak itu memilih diambdan tidak punya akses tidak berteriak-teriak, sehingga saatnya ia sebagai pemimpin mengaku akan membela mereka yang selama ini terdiam, terzolimi, dan tersakiti.
"Tapi mereka tidak mengkonsolidir diri dalam bentuk lembagaan, mereka tidak bisa maju karena takut takut terhadap intimidasi ancaman siapapun yang sering menjadi back up tambang ilegal," ungkapnya.
Untuk itu Dedi mengaku tidak akan pernah takut menghadapi siapa pun dan akan terus bergerak mengembalikan alam Jawa Barat menjadi alam yang indah.
"Bukan milik perorangan tapi milik seluruh rakyat milik seluruh warga negara dan alamnya bukan hanya untuk kita tapi untuk anak cucu kita ke depan," ucap Dedi Mulyadi. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!