Pencarian 2 Korban Longsor di Sukabumi Terkendala Alat Berat dan cuaca
VISI.NEWS | SUKABUMI - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan pemerintah provinsi Jabar dan pemerintah Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Cianjur telah menyepakati langkah-langkah prioritas penanganan yang dilakukan dalam fase tanggap darurat bencana. Pertama adalah pencarian dan pertolongan terhadap korban bencana.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyatakan di Kabupaten Sukabumi terdapat 12 orang korban bencana yang 10 diantaranya sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Dengan demikian, masih ada 2 orang lagi yang masih dalam pencarian.
Hanya saja, pencarian 2 korban ini terkendala oleh alat berat yang belum dapat menjangkau lokasi.
“Untuk menjangkau lokasi operasi SAR pencarian 2 orang yang masih hilang itu alat berat belum bisa masuk. Jadi sampai saat ini jalan-jalan di Sukabumi yang sudah pulih dilalui baru jalan nasional. Jalan provinsi dan jalan kabupaten masih banyak yang belum bisa dilalui,” ujar Muhari dalam ‘Disaster Briefing’ yang diikuti visi.news di Sukabumi, Senin (9/12/2024).
Sementara alat berat belum bisa menjangkau lokasi maka pencarian masih menggunakan manual kemudian menambah pompa alkon. Pompa air bertekanan tinggi itu digunakan untuk menggeser lumpur yang tebal.
“Kalau melihat di lokasi lumpurnya itu sangat tinggi bahkan hingga 4 meter lebih,” ujarnya.
Kendala lain dalam pencarian korban itu adalah cuaca sehingga proses pencarian dihentikan.
“Hingga pukul 16.00 WIB kita berkoordinasi dengan teman-teman BNPB yang ada di posko utama yaitu proses pencarian dihentikan karena cuaca yang kurang memungkinkan, tetapi proses pencarian akan tetap dilakukan,“. @andri
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!