Penangkapan Ekrem Imamoglu Picu Aksi Massa di Turki
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 22 Maret 2025 | 21:15 WIB
VISI.NEWS | TURKI - Gelombang demonstrasi besar mengguncang Turki sejak Rabu (19/3/2025) hingga Jumat (21/3/2025). Aksi protes ini terjadi hampir di seluruh negeri sebagai respons atas penangkapan Wali Kota Istanbul, Ekrem Imamoglu.
Imamoglu, yang merupakan tokoh oposisi utama dan pesaing Presiden Recep Tayyip Erdogan, ditahan dalam penyelidikan kasus korupsi dan dugaan keterlibatannya dalam terorisme. Penangkapannya terjadi hanya beberapa hari sebelum ia secara resmi ditunjuk sebagai kandidat Partai Rakyat Republik (CHP) dalam pemilihan presiden 2028.
Partai oposisi CHP mengecam penahanan Imamoglu sebagai bentuk 'kudeta' dan menyerukan aksi protes nasional. Hingga Kamis malam, demonstrasi telah menyebar ke 32 dari 81 provinsi di Turki, menurut laporan AFP. Pemimpin oposisi Ozgur Ozel mendesak masyarakat untuk turun ke jalan setelah berbuka puasa pada pukul 17.30 waktu setempat. Namun, Menteri Kehakiman Yilmaz Tunc memperingatkan bahwa ajakan tersebut dianggap ilegal.
Di Istanbul, ribuan warga menentang larangan demonstrasi dan berkumpul di depan Balai Kota setiap malam. Otoritas setempat kemudian memperluas larangan protes ke Ankara dan Izmir. Awalnya, polisi bertindak pasif, tetapi pada Kamis malam, bentrokan pecah antara aparat dan mahasiswa di Istanbul, di mana polisi mulai menembakkan peluru karet dan gas air mata.
Situasi serupa terjadi di ibu kota Ankara, di mana sekitar 1.500 orang terlibat dalam aksi protes. Polisi antihuru-hara menggunakan gas merica, peluru karet, dan meriam air untuk membubarkan massa. Hingga saat ini, setidaknya 88 pengunjuk rasa telah ditangkap, menurut laporan media Turki. Menteri Dalam Negeri Ali Yerlikaya sebelumnya menyebut jumlah yang ditahan sebanyak 53 orang, sementara 16 petugas kepolisian dilaporkan terluka dalam bentrokan tersebut. Selain itu, 54 orang lainnya juga diamankan karena unggahan daring yang dianggap menghasut.
Dalam pernyataan resminya, Erdogan menganggap aksi protes tersebut sebagai hal yang berlebihan.
"Upaya oposisi untuk menampilkan masalah mereka dengan hukum sebagai masalah terbesar negara adalah puncak kemunafikan," ujarnya pada Kamis malam.
"Turki tidak punya waktu untuk disia-siakan pada drama oposisi," lanjutnya.
Namun, pemimpin CHP Ozgur Ozel menegaskan bahwa aksi unjuk rasa akan terus berlanjut.
"Mulai sekarang, tidak seorang pun boleh mengharapkan CHP untuk berpolitik di gedung-gedung, kami akan turun ke jalan dan di alun-alun," tegasnya.
Partai oposisi pro-Kurdi, DEM, juga mengonfirmasi akan bergabung dalam aksi demonstrasi pada Jumat malam di Istanbul. Sementara itu, Menteri Kehakiman Yilmaz Tunc kembali mengingatkan bahwa ajakan untuk melakukan protes jalanan adalah tindakan ilegal dan tidak dapat diterima.
Pada Jumat pagi, akses media sosial dan internet yang sebelumnya dibatasi sejak penangkapan Imamoglu akhirnya dipulihkan, menurut pemantau akses internet EngelliWeb. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!