Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Pemkab Sumedang Upayakan Penyelesaian Tuntutan Warga Terdampak Tol Cisumdawu

Desi Rossilawati
Sabtu, 1 Maret 2025 | 10:47 WIB
Bagikan
Pemkab Sumedang Upayakan Penyelesaian Tuntutan Warga Terdampak Tol Cisumdawu

VISI.NEWS | KAB. SUMEDANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang terus berupaya menuntaskan dampak pembangunan Tol Cisumdawu yang masih menyisakan persoalan di masyarakat.

Tuntutan warga terkait lahan yang terkena dampak berada di luar kawasan tol atau right of way (ROW), sementara lahan yang digunakan untuk pembangunan tol telah seluruhnya dibebaskan.

Dikutip dari laman resmi Pemkab Sumedang, Sabtu (1/3/2025), dalam rangkuman tuntutan dan langkah penyelesaian Pemkab Sumedang, berikut adalah beberapa poin penting terkait penanganan masalah di Desa Mulyasari, Sirnamulya, dan Girimukti, Kecamatan Sumedang Utara.
Tuntutan Pertama: Jalan Pengganti Warga meminta agar jalan pengganti segera direalisasikan. Mereka juga menuntut agar tanah kas desa yang telah dibangun untuk jalan pengganti sementara segera diproses, serta meminta untuk mengaktifkan kembali jalur jalan lama alih-alih menggunakan jalur jalan desa yang kini dijadikan jalan sementara.
Penanganan Pemkab Sumedang telah menganggarkan penanganan ruas jalan agar dapat dilalui dua arah dalam APBD 2024, yang mencakup pelebaran jalan dengan memanfaatkan bahu jalan. Namun, langkah ini tidak disetujui oleh warga. Sementara itu, pembangunan jalur lama dinyatakan tidak memungkinkan karena lokasi yang rawan pergerakan tanah dan berada di dalam area ROW. Tuntutan Kedua: Lahan Sawah dan Irigasi Warga juga menuntut pembebasan lahan sawah yang tergerus air dan longsor serta perbaikan dam dan saluran irigasi. Penanganan Pemkab telah melakukan kajian terhadap lahan sawah yang terkena dampak, dan merekomendasikan pembangunan embung yang memerlukan lahan sekitar 1 hektare dengan anggaran yang cukup besar. Selain itu, perbaikan dam di tiga desa telah dilaksanakan, dan perbaikan saluran yang tergerus longsor juga sedang dilakukan. Tuntutan Ketiga: Pembebasan Lahan dan Rumah Warga juga mengusulkan pembebasan lahan dan ruma tambahan untuk tujuh rumah di Desa Mulyasari, enam rumah di Desa Sirnamulya, dan enam rumah di Desa Girimukti. Penanganan Usulan penetapan lokasi (Penlok) untuk tambahan tujuh rumah di Desa Mulyasari dan enam rumah di Desa Girimukti merupakan kewenangan Kementerian PUPR. Pemkab sudah mengajukan permohonan kepada kementerian, namun hingga saat ini belum ada jawaban. Sebelumnya, terdapat 19 rumah di luar ROW yang terdampak longsor akibat pembangunan tol, dan 12 kepala keluarga dari rumah-rumah tersebut sudah masuk dalam Penlok. Pemkab Sumedang terus berkoordinasi dengan Pemprov Jabar dan Pemerintah Pusat untuk mencari solusi atas masalah yang dihadapi warga terdampak. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.