Pemkab Bandung Gelar Inkubasi Pengembangan dan Pemberdayaan Usaha Koperasi Berpotensi
"Nah ini, kegiatan yang kita laksanakan insya Allah berkontribusi terhadap penanganan inflasi daerah. Karena dengan kerjasama antar koperasi akan memangkas rantai pasok pemasaran produk," ujarnya.
Dindin mengungkapkan, 12 koperasi yang dilibatkan dalam kepesertaan kegiatan inkubasi itu adalah koperasi yang sehat dan baik. "Mereka minimal dua tahun berturut-turut melaksanakan kegiatan RAT (rapat anggota tahunan). Dan itu diseleksi oleh tim, penempatannya juga seluruhnya kita serahkan kepada tim, mana yang terpilih," katanya.
Dindin menjelaskan kegiatan tersebut tentunya memberikan suport terhadap program-program Bupati Bandung. "Terutama yang berkaitan dengan penanganan inflasi, juga termasuk program prioritas. Selama ini, Pemerintah Kabupaten Bandung, khususnya dari Dinas Koperasi UKM bertangungjawab terhadap hal berkaitan dengan dana bergulir, ternyata memang juga koperasi-koperasi itu sudah berperan dalam memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi," ujarnya.
Dindin menyebutkan, ke 12 koperasi itu kebanyakan koperasi produsen. "Mereka koperasi yang kebanyakan melakukan kegiatan usaha, misalnya pertanian seperti yang dilaksanakan koperasi Tricipta dalam pertanian bawang, dan koperasi lainnya yang mengelola pertanian palawija, banyak sekali produknya, kemudian timbul inovasi-inovasi di koperasi, misalnya di koperasi Tricipta, salah satu koperasi yang dibina oleh Bank Indonesia yang berkaitan dengan penanganan inflasi.
Jadi banyak dari luar kota yang datang ke sana (Tricipta). Nah, ini juga jadi inovasi, bagaimana kedatangan dari luar kota memberikan kontribusi terhadap koperasi," katanya.
Menurutnya, melalui kegiatan inkubasi koperasi itu yang paling penting adalah terjalin kerjasama. Karena selama ini, yang kita tangkap, antara satu koperasi dengan koperasi lain itu, mereka seperti kompetitor. "Tetapi dengan proses kegiatan inkubasi koperasi, yang diselenggarakan oleh bidang kelembagaan dan pemberdayaan koperasi ini, justru menjadi potensi mendatangkan penghasilan untuk koperasi. Itu yang penting, Kenapa baru ditangani 12 koperasi karena keterkaitan ketersediaan anggaran tapi di luar itu, kita juga melaksanakan bimtek yang disesuaikan dengan kebutuhan koperasi," tuturnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!