Pemeluk Islam di Inggris Meningkat, Kebutuhan Produk Halal Juga Melonjak
Untuk memastikan produk makanan atau olahan yang dihasilkan produsen benar-benar halal, BPJPH melalui LPHN secara rutin melakukan pengawasan. Pengawasan itu dilakukan agar produk yang dihasilkan tidak hanya halal tetapi juga toyib. “Makanan yang tidak halal itu tidak berarti hanya daging babi atau anjing. Daging sapi atau kambing pun kalau disembelih tidak sesuai syariat Islam berarti tidak halal, atau setidaknya tidak toyib,” kata Direktur Teknis Organisasi Sertifikasi Halal (HCO), Amer Rashid.
Dia pun lantas menunjukkan proses pemotongan kambing di Birmingham yang dilakukan secara syariah. Hewan dipelihara dengan baik sejak lahir, mendapat asupan gizi yang alami serta dijauhkan dari kontak dengan manusia, untuk kemudian disembelih dan diolah dengan menganut prinsip syariah Islam dan dikemas secara rapih untuk dikonsumsi oleh umat Islam di Inggris ataupun diekspor ke negara-negara Islam di Timur Tengah termasuk juga Indonesia.
Industri halal memang menjadi keniscayaan di tengah meningkatnya jumlah pemeluk agama Islam di Inggris, sebab ketika penduduk Muslim meningkat sudah tentu kebutuhan akan produk-produk makanan yang sesuai dengan syariat Islam juga melonjak. Kebutuhan akan produk halal ini bahkan melulu hanya berurusan dengan makanan melainkan juga dengan gaya hidup.
Dalam kunjungan ke Birmingham, warga Muslim atau Muslimah yang menggunakan gamis atau hijab juga banyak di ruang-ruang publik. Bahkan Muslimah yang menggunakan cadar pun ada, dan itu semakin dianggap sebagai sesuatu yang lumrah saja sehingga tidak perlu dicurigai atau memicu kekhawatiran atau bahkan ketakutan.*** (bersambung)
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!