Pembahasan Xi Jinping dan Joe Biden di Bali Berlangsung secara "Mendalam, Terus Terang, dan Konstruktif"
Niat strategis Tiongkok dalam prinsip "keterbukaan dan transparansi"
Pertemuan antara kedua kepala negara ini berlangsung beberapa minggu setelah Kongres Nasional Partai Komunis Tiongkok (CPC) Ke-20 berakhir.
Mencerminkan kongres dan hasil yang tercapai, Xi menyampaikan, kebijakan domestik dan luar negeri CPC dan pemerintah Tiongkok bersifat terbuka dan transparan, dengan kepentingan strategis yang terpapar secara jelas dan transparan, serta berkesinambungan dan stabil.
Tiongkok tidak ingin mengubah tatanan internasional atau mengganggu urusan internal AS, serta tidak berniat menantang atau menggantikannya, seperti disampaikan Xi.
Garis pelindung dan jaring pengaman dalam hubungan Tiongkok-AS terletak pada norma dasar dalam hubungan internasional, serta tiga komunike bersama Tiongkok-AS, menurut Xi.
Biden mencatat, dia telah mengenal Presiden Xi selama bertahun-tahun, serta menjaga komunikasi berkala, meski demikian, pertemuan tatap muka tidak tergantikan.
Dia mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Xi sebagai Sekretaris Jenderal Komite Sentral CPC, dan berkata, sebagai dua negara besar, AS dan Tiongkok bertanggung jawab mempertahankan hubungan konstruktif.
Biden pun mempertegas, Tiongkok yang stabil dan sejahtera akan bermanfaat bagi AS dan dunia, serta mengatakan, Washington menghargai sistem Tiongkok, dan tidak ingin mengubahnya, serta menciptakan perang dingin baru atau membangun aliansi untuk melawan Tiongkok.@mpa/kiki
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!