Pemakaman Hassan Nasrallah Digelar, Hizbullah Bersumpah Tetap Kuat
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 24 Februari 2025 | 22:35 WIB
VISI.NEWS | LEBANON - Hampir satu juta orang menghadiri pemakaman Hassan Nasrallah, mantan pemimpin kelompok milisi Hizbullah, yang digelar di Beirut, Lebanon, pada Minggu (23/2/2025).
Nasrallah tewas dalam serangan udara Israel lima bulan lalu, namun pemakamannya baru digelar secara resmi setelah kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah.
Para pelayat, yang datang dari Lebanon dan berbagai negara Timur Tengah, memadati Stadion Camille Chamoun Sports City yang berkapasitas 55.000 orang di pinggiran selatan Beirut. Mereka membawa bendera Hizbullah dan poster Nasrallah sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Setelah upacara di stadion, massa mengikuti prosesi pemakaman menuju lokasi pemakaman Nasrallah yang berada di dekat stadion. Sumber keamanan Lebanon memperkirakan jumlah massa mencapai satu juta orang.
Dalam pidatonya, pemimpin baru Hizbullah, Naim Qassem, menegaskan bahwa kelompoknya akan tetap kuat meskipun kehilangan pemimpinnya.
"Kami tidak akan menyerah dan tidak akan menerima kelanjutan pembunuhan dan pendudukan, sementara kami hanya bisa menyaksikan," tegas Qassem, dikutip dari Reuters.
Qassem juga menegaskan bahwa Hizbullah akan terus menekan Israel agar menarik pasukannya dari lima titik wilayah Lebanon yang masih mereka duduki.
"Kami memilih untuk marah ketika merasa perlu, dan bersabar ketika kami merasa perlu," lanjutnya.
Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam pemakaman Nasrallah, termasuk Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, serta delegasi Irak yang terdiri dari politisi Syiah dan komandan milisi. Selain itu, hadir pula delegasi dari kelompok Houthi Yaman.
Dalam kesempatan yang sama, upacara penghormatan juga dilakukan untuk Hashem Safieddine, yang sempat memimpin Hizbullah selama seminggu sebelum akhirnya tewas dalam serangan Israel.
Sebelumnya, jasad Hassan Nasrallah sempat dimakamkan sementara di sebelah makam putranya, Hadi Nasrallah, yang gugur untuk Hizbullah pada 1997.
Pemakaman resmi baru dapat dilakukan setelah pasukan Israel ditarik dari Lebanon berdasarkan kesepakatan gencatan senjata. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!