Pelatih Legendaris Basket Indonesia Tjetjep Firmansyah Meninggal Dunia

Desi Rossilawati
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:48 WIB
Bagikan
Pelatih Legendaris Basket Indonesia Tjetjep Firmansyah Meninggal Dunia

Pelatih bola basket legendaris Indonesia, Tjetjep Firmansyah./visi.news/ist.

VISI.NEWS - Pelatih bola basket legendaris Indonesia, Tjetjep Firmansyah, meninggal dunia dalam usia 67 tahun di Rumah Sakit Polri, Jakarta, Sabtu (15/8/2026) pukul 10.00 WIB.

Kabar duka tersebut disampaikan oleh adik kandung almarhum, Mayerni.

"Telah berpulang ke rahmatullah saudara kami Tjetjep Firmansyah, semoga amal ibadah almarhum diterima Allah SWT," kata Mayerni.

Mayerni menyebut informasi lebih lanjut mengenai prosesi pemakaman Tjetjep Firmansyah akan disampaikan kemudian.

Tjetjep merupakan adik Bambang Hermansyah dan kakak Ali "Jordan" Budimansyah, yang juga dikenal sebagai legenda tim nasional bola basket Indonesia.

Semasa hidupnya, Tjetjep dikenal sebagai salah satu pelatih tersukses dalam sejarah bola basket Indonesia. Ia mengawali karier kepelatihannya di level klub sebelum dipercaya menangani tim nasional Indonesia.

Bawa Timnas Indonesia Juara SEABA 1996

Salah satu pencapaian penting Tjetjep terjadi pada Kejuaraan SEABA 1996 di Surabaya. Saat itu, ia membawa timnas putra Indonesia mencatat sejarah dengan mengalahkan Filipina untuk pertama kalinya sekaligus menjadi juara Asia Tenggara.

Prestasi Tjetjep juga berlanjut ketika menangani Aspac. Bersama klub tersebut, ia mempersembahkan empat gelar, terdiri atas dua gelar Kobatama dan dua gelar Indonesian Basketball League (IBL).

Gelar yang diraih Tjetjep bersama Aspac tersebut yakni:

  • Kobatama musim 2000-2001.
  • Kobatama musim 2002-2003.
  • IBL musim 2003-2004.
  • IBL musim 2005-2006.

Di level tim nasional, Tjetjep juga membawa Indonesia meraih medali perunggu SEA Games 1999 di Brunei Darussalam.

Dua tahun kemudian, ia kembali mencatat prestasi bersama timnas putra Indonesia dengan meraih medali perak SEA Games 2001 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Medali perak pada SEA Games 2001 menjadi pencapaian bersejarah karena merupakan medali perak pertama yang diraih timnas putra Indonesia dalam ajang tersebut.

Kembali Tangani Timnas pada SEA Games 2013

Selain Aspac, Tjetjep Firmansyah juga pernah menangani sejumlah klub lainnya. Ia kemudian kembali dipercaya sebagai pelatih kepala timnas putra Indonesia pada SEA Games 2013 di Myanmar.

Kepergian Tjetjep menjadi kehilangan bagi dunia bola basket Indonesia. Kiprahnya sebagai pemain? [No, coach.] pelatih turut mewarnai perjalanan basket nasional, khususnya pada periode kejayaan timnas Indonesia pada era 1990-an hingga 2000-an.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.