PBNU Siapkan Peringatan Harlah 1 Abad NU di GBK, Khofifah Pimpin Panitia
VISI.NEWS | BANDUNG - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengumumkan rencana peringatan Hari Lahir (Harlah) 1 Abad NU yang akan digelar bersamaan dengan Konferensi Besar (Konbes) NU pada 31 Januari 2026 di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Acara tersebut dipastikan menjadi momentum penting bagi PBNU, dengan Ketua Panitia Harlah 1 Abad NU dipercayakan kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang juga merupakan Ketua Umum Dewan Pembina Muslimat NU.
"Untuk Harlah 1 Abad itu Insyaallah akan diadakan di Gelora Bung Karno, ketua panitianya Ibu Khofifah Indar Parawansa," ujar Penjabat Ketua Umum PBNU, KH Zulfa Mustofa, dalam Kunjungan Silaturahmi bersama Pengurus PWNU dan PCNU se-Jawa Barat di Kota Bandung, Minggu (14/12/2025).
Acara besar ini akan mengundang banyak tokoh nasional, termasuk Presiden Prabowo Subianto, yang dipastikan mendapat undangan. Namun, KH Zulfa Mustofa menegaskan bahwa meski dilaksanakan di lokasi yang sama, Harlah 1 Abad NU dan Konbes NU adalah dua acara yang berbeda. “Untuk Konbes ini dua acara berbeda, tapi di satu tempat,” jelasnya.
Penyelenggaraan Harlah 1 Abad NU dan Konbes NU di GBK akan melibatkan kepanitiaan gabungan, dengan masing-masing agenda memiliki konsentrasi dan pengelolaan tersendiri. Untuk acara di GBK, Khofifah akan memimpin langsung kepanitiaannya, sementara PBNU turut terlibat dalam pengorganisasiannya.
Selain membahas Harlah 1 Abad, dalam pertemuan tersebut, PBNU juga menyinggung soal percepatan pelaksanaan muktamar. Meski demikian, belum ada tanggal pasti yang ditetapkan untuk muktamar PBNU. "Belum, karena itu butuh kepastian semuanya berjalan rapi. Tapi memang akan diusahakan lebih cepat dari jadwal semula,” ujar KH Zulfa.
Percepatan muktamar ini, menurut Zulfa, bergantung pada penyelesaian surat keputusan (SK) kepengurusan. Ia menegaskan bahwa muktamar tidak bisa dilaksanakan sebelum seluruh SK rampung, agar prosesnya lebih sistematis dan terorganisir dengan baik.
Konsolidasi internal organisasi juga menjadi salah satu langkah penting yang dibahas dalam kesempatan tersebut. PBNU kini tengah fokus pada penguatan internal dan percepatan kinerja organisasi, sesuai dengan rekomendasi hasil rapat pleno. "Konsolidasi internal ini adalah rekomendasinya, dan sekarang sudah saya jalankan secara nyata," ungkap Zulfa.
Di sisi lain, PBNU menargetkan percepatan penerbitan SK-SK kepengurusan yang akan berada di bawah koordinasi Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi dan Kaderisasi (OKK), Ahmad Mukri, serta dibantu oleh KH Khairul Saleh. Program penguatan struktur organisasi ini diharapkan dapat mempercepat kinerja PBNU di semua level, dari pusat hingga daerah.
Terkait dengan isu islah dan konflik internal yang beredar, KH Zulfa Mustofa menegaskan bahwa tidak ada permusuhan dalam tubuh organisasi. Apa yang terjadi saat ini adalah penegakan disiplin organisasi untuk menjaga soliditas. "Ini tidak ada permusuhan. Ini adalah penegakan disiplin organisasi," tegasnya. Mengenai ancaman pembentukan PBNU tandingan, ia menganggap hal tersebut sebagai dinamika biasa dalam organisasi besar dan menganggapnya sebagai hiburan semata.
Sebagai informasi, kunjungan ini merupakan agenda lanjutan setelah KH Zulfa Mustofa ditetapkan sebagai Pj Ketum PBNU pada 9 Desember 2025 di Hotel Sultan Jakarta.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!