PBNU Resmi Gelar Kick Off Hari Santri 2025: Mengawal Kemerdekaan, Membangun Peradaban Mulia
Gus Yahya juga mengumumkan bahwa tahun ini peringatan Hari Santri akan digelar secara desentralisasi di berbagai daerah, agar partisipasi masyarakat semakin luas. “Kalau biasanya terpusat di PBNU, tahun ini kita ingin peringatannya lebih menyebar. Seluruh jajaran NU di tiap tingkatan kami dorong untuk berinisiatif menyelenggarakan kegiatan sesuai potensi daerahnya,” ujarnya.
Beragam kegiatan telah disiapkan dalam rangkaian Hari Santri 2025, mulai dari istighosah nasional, forum halaqah, perkemahan internasional, hingga kegiatan sosial yang melibatkan lembaga-lembaga NU seperti LAZISNU, LKNU, dan LKKNU. “Beberapa kegiatan besar antara lain istighosah di Lirboyo pada 20 Oktober, Kemah Internasional LP Ma’arif di Malang, dan Apel Hari Santri di PBNU pada 22 Oktober 2025,” ungkapnya.
Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU, Riri Khariroh, menambahkan bahwa kegiatan LAZISNU akan berfokus pada lima pilar NU Care: pendidikan, ekonomi, kesehatan, dakwah-kemanusiaan, dan lingkungan. “Kami berharap Hari Santri tahun ini benar-benar membawa dampak positif, tidak hanya bagi santri, tetapi juga bagi masyarakat secara luas,” katanya.
Acara Kick Off Hari Santri 2025 ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Umum PBNU yang didampingi jajaran pengurus dan perwakilan lembaga NU. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama untuk keselamatan para santri, pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo, serta dukungan dan solidaritas bagi rakyat Palestina.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!