Paspor Jepang Kuat, Tapi Mengapa Warganya Malas ke Luar Negeri?
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 24 Februari 2025 | 00:08 WIB
VISI.NEWS | JEPANG - Orang Jepang ternyata semakin jarang bepergian ke luar negeri. Hal ini terlihat dari rendahnya jumlah warga yang memiliki paspor aktif hingga Desember 2024. Berdasarkan laporan terbaru dari Kementerian Luar Negeri Jepang, hanya sekitar 17,5% dari total populasi atau sekitar 21,6 juta orang yang memiliki paspor yang masih berlaku.
Jumlah ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan warga Amerika Serikat, di mana lebih dari separuh penduduknya memiliki paspor. Sebelum pandemi Covid-19, sekitar seperempat warga Jepang memiliki paspor yang sah, tetapi angka tersebut terus menurun dalam beberapa tahun terakhir.
Padahal, paspor Jepang termasuk yang terkuat di dunia, memungkinkan pemegangnya untuk masuk tanpa visa ke 190 negara, setara dengan Korea Selatan dan hanya kalah dari Singapura berdasarkan Indeks Paspor Henley.
Menurut para analis, ada beberapa faktor yang menyebabkan menurunnya minat warga Jepang untuk bepergian ke luar negeri. Salah satunya adalah pelemahan mata uang yen, yang dalam lima tahun terakhir telah merosot hingga sepertiga nilainya. Inflasi serta meningkatnya minat terhadap perjalanan domestik juga berperan dalam tren ini.
Meski begitu, perjalanan luar negeri dari Jepang diperkirakan akan kembali meningkat seiring dengan stabilnya nilai tukar mata uang. Tahun 2025, sekitar 14,1 juta warga Jepang diperkirakan akan melakukan perjalanan ke luar negeri, menurut data dari agen perjalanan JTB.
Di sisi lain, Jepang justru mencatat lonjakan jumlah wisatawan asing yang masuk ke negaranya, dengan lebih dari 36 juta kunjungan tercatat sepanjang tahun lalu. Destinasi wisata populer seperti Kyoto menjadi tujuan utama para pelancong asing. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!