Pasca Banjir, Antrian Panjang BBM di SPBU Banda Aceh
VISI.NEWS | BANDA ACEH – Antrian panjang kendaraan terlihat menjalar hingga keluar area jalan menuju Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Teuku Umar, Baiturrahman, Kota Banda Aceh, pada Selasa (2/12/2025) subuh. Warga mengantre untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) yang kini sulit didapatkan, terutama setelah terjadinya banjir besar yang melanda wilayah Aceh.
Lina Haryo, seorang warga yang tengah mengantri menuju SPBU Ulhee Lheu, terlihat sedikit kesal dengan kondisi tersebut. “Sampek udah keluar matahari pergerakan masih radius 10 meter aja,” ujar jebolan S2 Unsyiah ini dengan nada kecewa. Ia menyebutkan bahwa antrean kendaraan di SPBU di kota Banda Aceh rata-rata mengular sejauh 300 hingga 500 meter. Meskipun harga BBM terpantau stabil, masyarakat justru panik dan membeli secara serentak, menyebabkan kelangkaan stok.
Menurut Nasir, salah seorang petugas SPBU, stok minyak di Aceh sebenarnya aman karena distribusinya tidak terpengaruh oleh jalur yang terdampak banjir atau longsor. “Namun karena masyarakatnya panik, membeli BBM dalam jumlah besar secara bersamaan, wajar kalau ada yang cepat kehabisan,” katanya menjelaskan.
Firman Faryd, seorang pengendara yang mengisi BBM di SPBU tersebut, mengatakan kelangkaan tidak hanya terjadi pada solar, namun juga pada bahan bakar jenis Pertalite dan Pertamax. “Sebelum banjir, solar yang sulit kami dapatkan, sekarang Pertalite dan Pertamax juga hampir tidak ada,” kata Firman.
Ia mengungkapkan kesulitannya dalam mendapatkan bahan bakar. Sejak Senin pagi, Nasir baru mendapatkan satu pelanggan karena kesulitan membeli bensin. Ia mengatakan banyak rekan-rekannya yang tidak dapat bekerja karena masalah kelangkaan BBM. "Kami kesulitan, banyak yang terhambat karena tidak ada bensin," katanya.
Kelangkaan BBM juga terjadi di sejumlah daerah lainnya, seperti Beureunuen, Kecamatan Mutiara, dan Kecamatan Kota Sigli, Kabupaten Pidie. Di wilayah tersebut, antrean panjang kendaraan menyebabkan kemacetan yang parah, baik di jalur utama maupun jalan-jalan kecil. Bahkan, di sepanjang perjalanan dari Banda Aceh menuju Aceh Besar, tampak rumah dan tempat usaha warga yang tidak memiliki daya listrik. Hanya beberapa warung kopi yang masih terang berkat penggunaan generator set.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!