Pangeran Arab Saudi Kecam Rencana Trump Ambil Alih Gaza
Editor
Desi Rossilawati
Jumat, 7 Februari 2025 | 21:15 WIB
VISI.NEWS | ARAB SAUDI - Pangeran Arab Saudi Turki al-Faisal, yang juga mantan kepala intelijen dan mantan duta besar untuk AS, mengecam rencana Presiden Donald Trump yang ingin mengambil alih Jalur Gaza. Pangeran Turki menyebut langkah itu sebagai bentuk "pembersihan etnis" yang tidak dapat diterima oleh komunitas internasional.
"Apa yang keluar dari Tuan Trump tidak dapat dicerna," ujarnya dalam wawancara dengan CNN International, Kamis (6/2/2025).
"Saya dengan hormat menolak untuk menambahkan lebih banyak komentar yang tidak sopan terhadap itu, tetapi adalah fantasi untuk berpikir bahwa pembersihan etnis di abad ke-21 dapat dimaafkan oleh komunitas dunia yang tetap tinggal diam dan tidak menanggapinya," katanya.
Pangeran Turki menegaskan bahwa masalah Palestina bukanlah rakyatnya, melainkan pendudukan yang dilakukan Israel selama beberapa dekade.
"Ini adalah pendudukan Israel, dan ini telah jelas dan dipahami oleh semua orang," ujar dia.
"Semua hal ini merupakan kebijakan Amerika hingga kata-kata terakhir yang dipilih Trump untuk digunakan dalam mengklaim bahwa ia ingin memperbaiki keadaan, padahal sebenarnya hal itu akan mengubah keadaan menjadi lebih banyak konflik dan pertumpahan darah," kata Pangeran Turki.
Lebih lanjut, Pangeran Turki menyebut rencana Trump untuk berkunjung ke Arab Saudi sebagai langkah yang akan mendapatkan teguran keras dari para pemimpin negara tersebut.
"Jika ia benar-benar datang (ke Arab Saudi), ia akan mendapat teguran dari para pemimpin di sini tentang ketidakbijaksanaan dari apa yang ia usulkan dan ketidakadilan yang nyata dan nyata yang benar-benar ditandai dan sepenuhnya ditempatkan dalam usulan pembersihan etnis ini tidak hanya dari Gaza tetapi juga apa yang terjadi di Tepi Barat," terangnya.
Arab Saudi tetap memegang teguh posisinya bahwa tidak akan ada hubungan normalisasi dengan Israel tanpa adanya negara Palestina yang merdeka berdasarkan perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!