Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Orang Indonesia Pertama Lulus Tes Jadi Sopir Bus di Jepang

Desi Rossilawati
Sabtu, 8 Februari 2025 | 23:00 WIB
Bagikan
Orang Indonesia Pertama Lulus Tes Jadi Sopir Bus di Jepang
VISI.NEWS | JEPANG - Untuk pertama kalinya, seorang warga Indonesia diterima menjadi sopir bus di Jepang. Iyus, pria asal Indonesia, berhasil lolos tes mengemudi yang terkenal sulit dan mendapat izin resmi pada Desember 2024. Mulai April 2025, ia dijadwalkan mengangkut wisatawan internasional di Jepang. Iyus menyampaikan bahwa ia ingin memberikan pelayanan aman dan nyaman kepada penumpang. Keberhasilannya menjadi sopir bus di Jepang menjadi momen bersejarah karena profesi ini sebelumnya jarang dijalani oleh orang asing, terutama dari Indonesia. "Saya akan memberikan yang terbaik sebagai pengemudi profesional untuk menyediakan layanan yang aman kepada konsumen dan juga nyaman," kata Iyus dalam tayangan video NHK World Japan. Menurut Economic Research Institute, sopir bus di Jepang rata-rata memperoleh gaji sekitar 4.193.216 yen per tahun atau sekitar Rp 451 juta jika dirupiahkan. Dengan estimasi bulanan mencapai Rp 37 juta, angka ini tentu sangat menarik bagi banyak tenaga kerja asing. Jepang sendiri sedang mengalami kekurangan pengemudi bus, taksi, dan truk, sehingga pemerintah membuka peluang bagi sekitar 24.500 orang asing hingga tahun fiskal 2028. Kepala Ryobu Group, Ogami Shinji, berharap Iyus bisa menjadi bagian dari pelayanan yang memenuhi kebutuhan wisatawan yang terus meningkat di Negeri Sakura. "Iyus akan memberikan layanan yang memenuhi kebutuhan wisatawan internasional karena Jepang mengalami lonjakan jumlah pengunjung dari luar negeri," ujar Ogami Shinji. Tes untuk menjadi sopir bus di Jepang tidak mudah. Calon pengemudi harus memiliki SIM kelas dua dan melewati ujian tertulis dalam berbagai bahasa. Keberhasilan Iyus membuka harapan bagi tenaga kerja Indonesia yang ingin mencoba peruntungan di Jepang dalam sektor transportasi. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.