Ontbijtkoek: Kue Sarapan Pagi Belanda yang Jadi Bagian dari Warisan Budaya Malang
Editor
Desi Rossilawati
Minggu, 10 November 2024 | 09:00 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Ontbijtkoek adalah kue sarapan pagi khas Belanda yang memiliki cita rasa rempah yang khas, berkat campuran cengkih, kayu manis, jahe, dan pala. Kue ini terbuat dari gandum hitam, yang memberikan warna cokelat yang khas. Meskipun tanpa mentega dalam adonan, Ontbijtkoek biasanya disajikan dengan lapisan tebal mentega yang melapisi bagian atasnya. Kue ini sangat populer di Belanda dan menjadi kudapan favorit bagi berbagai kalangan usia, dari muda hingga tua.
Pada umumnya, Ontbijtkoek dibuat dalam bentuk persegi panjang dan dipotong menjadi irisan-irisan (slice), mirip dengan potongan spikoe (sejenis kue lapis Belanda). Seiring berjalannya waktu, bentuk kue ini berevolusi menjadi muffin atau sponge cake dengan berbagai tambahan topping, seperti kismis, almond, atau kenari. Bahkan, di beberapa tempat di Indonesia, terutama di Malang, terdapat peninggalan pohon kenari tua yang berusia ratusan tahun, yang mungkin berhubungan dengan kebiasaan mengonsumsi kue ini pada masa kolonial Belanda.
Di Malang, khususnya di Kampung Heritage Kajoetangan, sejarah budaya Belanda masih dapat ditemukan dalam berbagai bentuk, baik dalam arsitektur maupun kuliner. Kawasan ini berada di sisi utara Alun-Alun Malang dan menjadi bagian penting dari sejarah kota Malang, dengan bangunan-bangunan tua yang terawat, seperti Gereja, Rumah Makan Oen, dan Tugu Jam Penunjuk Arah di Celaket. Di sepanjang jalan Basuki Rahmat, yang tengah direvitalisasi, kita dapat merasakan atmosfer masa lalu kota ini.
Namun, sejarah tidak hanya terlihat di bangunan besar atau jalan utama. Gang-gang kecil dan perkampungan di sekitar Kajoetangan juga menyimpan cerita masa lalu, terutama terkait dengan warisan kuliner yang berakar dari masa penjajahan Belanda. Banyak bangunan rumah tua yang masih berdiri, seperti Rumah Namsin dan Rumah Cerobong, yang menjadi saksi bisu perubahan kota Malang seiring waktu.
Di Kampung Heritage Kajoetangan, usaha untuk menghidupkan kembali sejarah melalui kuliner terus dilakukan. Salah satu contohnya adalah usaha ibu-ibu PKK dan Pokdarwis yang berusaha menghidupkan kembali tradisi membuat *Ontbijtkoek*. Mereka memodifikasi kue sarapan Belanda ini dengan menghadirkan dalam bentuk muffin dan juga kue kering (cookies). *Ontbijtkoek* kini kembali menjadi bagian dari warisan budaya kuliner yang dapat dinikmati oleh masyarakat setempat dan wisatawan.
- Warisan Kuliner Belanda yang Berlanjut di Malang
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!