Odong-odong Kabupaten Bandung Rayakan HUT ke-2, Berharap Uluran Tangan Pemerintah
Lama-lama usahanya tumbuh semakin besar dan semakin banyak warga yang bisa terbantu mendapatkan penghasilan. Bahkan ia berharap usaha ini bisa terus dikembangka di Kabupaten Bandung, namun terkendala pada kemampuan permodalan.
" Ya mudah mudahan kita dapat bersinergi dengan pemerintah. Jadi jangan sampai komunitas ini dibiarkan seratus persen swadaya," harapnya.
Sekarang ini, kata H. Dadan di Kabupaten Bandung sudah ada 100 unit lebih odong-odong. Maka, ia dan komunitasnya berharap dilirik juga sekaligus dibantu untuk lebih besar lagi jumlahnya. "Maksudnya, kami ingin dilihat juga hasil karya usaha lokal ini oleh Pak Bupati," harapnya.
Keinginannya bisa langsung bertemu dengan Bupati, kata H. Dadan, karena ia sudah menyiapkan Odong Odong Sultan, dimana di dalamnya ada lemari es, televisi da kursi tempat duduknya lebih. "Sebetulnya tadi inginnya Pak Bupati hadir di sini, tapi sayang juga beliau bentrok waktunya dengan kegiatan di tempat lain, " tuturnya.
Harapan hadirnya Bupati Bandung HM Dadang Supriatna itu, terkait dengan krisis yang sedang terjadi sekarang ini, sehingga ia dan komunitasnya berharap, Pemerintah Kabupaten bisa memberikan bantuan seperti oli, dan untuk servicenya difasilitasi,
" Ya jadi bukan uang dari pemerintah, tapi fasilitas onderdilnya, kedua terus terang saja kami mau melegalkan ini kan undang undangnya belum ada, sementara kami beroprasinya di jalan desa dan kabupaten saja, tidak ke jalan jalur provinsi. Nah mungkin nanti setelah layak kami bisa melalui ke jalur provinsi dan nasional kalau dibolehkan," jelasnya.
Ia menuturkan, jenis mobil yang dibuat menjadi odong-odong itu dari berbagai merk."Ya jadi ada dari Toyota, Suzuki, Daihatsu juga. Bahkan nanti kalo ada acara nasional kita juga ingin menghubungi pihak Toyota agar bisa bekerjasama. Makanya kami butuh dukungan dari pemerintah kabupaten untuk betul serius memperhatikan usaha ini. Kasihan juga tidak ada jaminannya. adahal ini kan bisa mengembangkan potensi ekonomi lokal," ungkapnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!