Nvidia Rugi Rp 92 Triliun Imbas Larangan Ekspor Chip H20 ke China
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 16 April 2025 | 22:30 WIB
VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - Upaya CEO Nvidia Jensen Huang untuk membujuk pemerintahan Donald Trump agar mencabut larangan ekspor chip AI H20 ke China berakhir gagal. Meskipun Huang sempat menjanjikan investasi besar senilai US$500 miliar dalam pengembangan server AI di AS, chip buatan Nvidia tetap masuk daftar pembatasan ekspor terbaru.
Chip H20, yang dirancang khusus agar memenuhi aturan ekspor dan tetap bisa dijual ke China, kini terkena aturan lisensi baru yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan AS. Kebijakan ini juga mencakup chip sekelas buatan AMD dan sejumlah chip AI lainnya yang dianggap berisiko digunakan dalam pengembangan superkomputer.
Akibat kebijakan tersebut, Nvidia mengumumkan akan mencatatkan biaya kerugian sebesar US$5,5 miliar atau sekitar Rp 92 triliun terkait persediaan dan kontrak penjualan chip H20 ke China. Saham perusahaan pun langsung merosot hingga 6% setelah jam perdagangan, sementara saham AMD turun 7%.
Selama ini, China merupakan pasar penting bagi Nvidia. Perusahaan-perusahaan teknologi raksasa seperti Tencent, Alibaba, dan ByteDance diketahui telah memesan chip H20 untuk kebutuhan pengembangan model AI. Meskipun tidak sekuat chip Nvidia yang dijual di luar China, H20 cukup kompetitif dalam proses inferensi AI, tahapan di mana model memberikan respons ke pengguna.
Namun, Departemen Perdagangan AS menilai kemampuan chip H20 dalam konektivitas memori berkecepatan tinggi tetap bisa dimanfaatkan untuk membangun superkomputer, sehingga layak dikenakan pembatasan.
Institute for Progress, sebuah lembaga kebijakan di Washington DC, mendukung langkah pemerintah. Mereka menyebut, fasilitas milik Tencent dan superkomputer DeepSeek yang memakai chip H20 kemungkinan telah melanggar batasan ekspor sebelumnya.
Nvidia menyatakan telah diberitahu pada 9 April bahwa H20 memerlukan lisensi ekspor. Pada 14 April, aturan itu resmi diberlakukan tanpa batas waktu. Hingga kini belum jelas seberapa banyak lisensi ekspor yang akan disetujui oleh otoritas AS.
Larangan ini menjadi pukulan telak bagi Nvidia yang sebelumnya sudah kehilangan pasar chip AI tingkat tinggi di China sejak era pemerintahan Joe Biden. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!