Nojorono Kudus Serahkan Bantuan Tunai dan Sembako pada Mitra dan Masyarakat Terdampak Gempa Cianjur
VISI.NEWS | CIANJUR - Gempa yang terjadi pada November 2022 lalu di Cianjur meninggalkan duka yang mendalam. Duka ini tidak hanya dirasakan masyarakat Cianjur semata, melainkan seluruh masyarakat Indonesia turut merasakannya. Gempa dengan skala 5,6 magnitudo tersebut juga mengakibatkan kerugian material maupun nonmaterial.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana yang terjadi, Nojorono Kudus melalui CSR Department yang berkolaborasi dengan PT Niaga Nusa Abadi (PT. NNA), menyerahkan bantuan tunai, serta ratusan paket sembako kepada masyarakat dan karyawan yang terdampak bencana beberapa waktu lalu.
T. Sugiyanto selaku CSR Department Head PT Nojorono Tobacco International, Jumat (16/12/2022) menyampaikan, “Semoga bantuan ini dapat mengurangi beban yang dirasakan oleh masyarakat Cianjur. Dengan hati yang tulus, kami turut belasungkawa atas bencana yang menimpa. Besar harapannya, masyarakat terus semangat untuk kembali bangkit dan beraktifitas seperti sediakala".
PT NNA merupakan mitra distribusi yang kerap bekerjasama dengan Nojorono Kudus. Arief Rachmansyah selaku representatif PT NNA menyambut baik inisiatif kolaborasi pemberian bantuan. “Bersama Nojorono Kudus, kami mendukung pemulihan dampak bencana melalui pemberian bantuan tunai dan sembako. Semoga wujud kepedulian kami bermakna bagi para korban yang terdampak,” ungkapnya.
Itikad kepedulian yang berikan didasari dengan rasa persaudaraan yang erat bagi sesama masyarakat Indonesia. Rasa persaudaraan ini diharapkan mampu menyentuh dan menumbuhkan kembali semangat masyarakat dalam proses pemulihan kondisi setelah bencana.
PT Nojorono Tobacco International merupakan salah satu perusahaan pelopor rokok kretek di Indonesia yang diinisiasi oleh Tjoa Kang Hay yang menunjuk kedua menantunya yakni Ko Djee Siong danTan Djing Thay. Seiring dengan perkembangan bisnis yang maju, kemudian perusahaan dikukuhkan pada 14 Oktober 1932 dan berpusat di Kota Kudus, Jawa Tengah. Saat ini, PT Nojorono Tobacco International termasuk dalam kategori industri sigaret lima besar di Indonesia.
PT Nojorono Tobacco International dikenal sebagai pemilik merek dagang Minak Djinggo yang diluncurkan tahun 1932. Minak Djinggo merupakan pelopor inovasi sigaret kretek tangan (SKT). Minak Djinggo bertahan di industri SKT hingga saat ini, cukup dikenal di kalangan petani dan nelayan. Terobosan berikut dari perusahaan adalah diluncurkannya Clas Mild, produk LTLN (Low Tar Low Nicotine) di tahun 2003. Dalam kurun waktu dua setengah tahun, Clas Mild mengukuhkan diri sebagai produk kretek filter rendah tar dan nikotin (Low Tar Low Nicotine – LTLN) yang disukai konsumen hingga berhasil menjadi produk kretek filter terbaik di Indonesia.@mpaBerita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!