Nengah Senantara: Garuda Indonesia Diminta Konsisten Wujudkan Kinerja Positif
“Kami ingin memastikan bahwa jajaran direksi dan komisaris Garuda dapat memberikan teladan yang baik serta fokus menjaga kinerja perusahaan,” tambahnya.
Terkait faktor kerugian Garuda, manajemen sebelumnya menyebut pandemi COVID-19 serta tingginya harga avtur sebagai penyebab. Namun, menurut Senantara, alasan tersebut perlu dilihat lebih mendalam. Ia membandingkan Garuda dengan maskapai lain yang tetap mampu bertahan bahkan menambah armada dalam periode yang sama.
“Artinya, yang lebih penting adalah bagaimana Garuda bisa meningkatkan tata kelola, efisiensi, dan inovasi sehingga tetap dapat bersaing di industri penerbangan,” tegas legislator asal Bali itu.
Meski demikian, ia juga memberikan apresiasi terhadap sejumlah penghargaan yang berhasil diraih Garuda Indonesia Group. Ia menyebut capaian tersebut membuktikan bahwa Garuda masih memiliki keunggulan di mata masyarakat.
“Garuda sudah menjadi simbol kebanggaan bangsa. Karena itu, minimal bisa sejajar dengan maskapai lain, kalau bisa bahkan lebih. Apalagi masyarakat masih sangat percaya dengan pelayanan Garuda,” ujarnya.
Senantara menambahkan, dari survei pribadi terhadap 300 penumpang, mayoritas atau sekitar 75 persen memilih Garuda Indonesia Group dibanding maskapai lain. Menurutnya, kepercayaan publik ini merupakan modal penting yang harus dioptimalkan agar Garuda semakin kuat secara bisnis.
“Kalau produknya diminati masyarakat, tentu peluang untuk berkembang sangat besar. Tinggal bagaimana strategi manajemen dalam mengoptimalkannya agar Garuda tidak lagi mengalami kerugian,” tutupnya. @givary
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!