Mobil Terprosok Galian Kabel di Bandung Walaupun Lubang Sudah ditutup
VISI.NEWS | BANDUNG - Proyek gajian kabel bawah tanah atau ducting, kembali memakan korban, kali ini sebuah pickup terperosok di Jalan Naripan, Sabtu (14/12/2024) pagi tadi.
Pickup yang membawa air galon itu, terperosok ke bekas galian kabel yang ambles. Peristiwa tersebut pun, sempat membuat kemacetan panjang, di Jalan Naripan menuju Jalan Sunda.
Kanit Gakkum Polrestabes Bandung, AKP Arif Saeful Haris mengatakan, peristiwa itu terjadi pada pagi tadi, sekitar pukul 08.30 WIB.
"Iya (benar), itu tadi pagi di Jalan Naripan," ujar Arif, Sabtu (14/12/2024).
Dikatakan Arif, kendaraan pickup itu terperosok ke bekas galian kabel yang sebelumnya sudah ditutup dengan aspal. Namun, bekas galian itu ambles dan membuat ban mobil terperosok.
"Mobil itu lewat, memang sudah diratakan (bekas galian) cuma mungkin kurang padet dan keras, jadi begitu jeblos," katanya.
Akibat peristiwa itu, kata dia, sempat terjadi kemacetan di Jalan Naripan. Petugas dari Polrestabes Bandung kemudian langsung terjun ke lokasi untuk membantu evakuasi mobil.
"Sempat macet, tapi sudah ditangani," ucapnya.
Proyek Infrastruktur Pasif Telekomunikasi (IPT) atau galian kabel ini, dikerjakan di 143 jalan protokol dengan total panjang 204 kilometer, untuk tahap pertama ditargetkan selesai di 29 ruas jalan pada Desember 2024. Saat ini, proyek itu baru berjalan sepanjang 16,3 kilometer dan 8,2 kilometer masih tahap persiapan.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung, Didi Ruswandi mengaku sudah melakukan rapat dan memberikan masukan kepada pihak pengembang yakni PT Bandung Infra Investama (BII).
"Kemarin rapat secara keseluruhan, jadi yang pertama proses pemadatannya itu kan sekaligus setelah numpuk semua baru dipadatkan. Kita minta per layer, nah kemarin kita sampaikan," ujar Didi.
Nantinya setiap layer proyek tersebut, kata dia, akan dipadatkan sehingga permukaan jalan tidak turun. Kemudian saat proses finishing-nya bekas lobang galian akan kembali dipadatkan secara berjenjang atau per layer. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!