Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Mitos atau Fakta: Hujan Sebabkan Flu dan Pilek?

Desi Rossilawati
Selasa, 11 Februari 2025 | 00:10 WIB
Bagikan
Mitos atau Fakta: Hujan Sebabkan Flu dan Pilek?
VISI.NEWS | BANDUNG - Selama musim hujan, muncul anggapan umum bahwa kehujanan bisa langsung menyebabkan seseorang sakit, seperti terkena flu atau pilek. Namun, apakah benar hujan membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit? Menurut Dr. Ray Rattu dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, anggapan tersebut sebenarnya hanya mitos. Air hujan tidak mengandung virus atau bakteri yang menyebabkan infeksi seperti flu atau batuk. Penyakit-penyakit itu berasal dari infeksi virus yang ditularkan melalui kontak langsung dengan penderita atau permukaan yang terkontaminasi. Namun demikian, beberapa kondisi yang menyertai hujan dapat meningkatkan risiko tubuh jatuh sakit. Perubahan suhu mendadak yang dialami saat terkena hujan bisa mengganggu sistem thermoregulasi tubuh, terutama jika angin kencang dan suhu turun secara drastis. "Ketika hujan, terutama hujan dengan angin dan suhu atau temperatur yang drop tiba-tiba, kemampuan tubuh untuk beradaptasi tidak secepat yang kita kira," ujar Dr. Ray. Penelitian juga menunjukkan bahwa virus flu cenderung lebih aktif dalam kondisi dingin dan kering. Bukan air hujan yang menjadi penyebab utama, tetapi kebiasaan orang berkumpul di dalam ruangan saat hujan yang meningkatkan potensi penularan virus. Berikut beberapa faktor yang membuat tubuh rentan sakit setelah kehujanan:
  1. Penurunan suhu tubuh: Pakaian basah membuat tubuh kehilangan panas lebih cepat dan sulit mempertahankan suhu ideal.
  2. Melemahnya sistem imun: Suhu dingin dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah di hidung, sehingga menghambat aliran sel darah putih yang berfungsi melawan infeksi.
  3. Stres fisik akibat kondisi lembap: Tubuh yang basah sulit mengatur suhu, menyebabkan stres tambahan yang melemahkan daya tahan tubuh.
Jadi, hujan sebenarnya tidak langsung menyebabkan sakit. Yang berperan lebih besar adalah kondisi sekitar dan penurunan daya tahan tubuh yang membuat seseorang lebih rentan terkena penyakit. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.