Militer Myanmar Sepakati Gencatan Senjata Sementara Demi Percepatan Bantuan
Editor
Desi Rossilawati
Kamis, 3 April 2025 | 22:00 WIB
VISI.NEWS | MYANMAR - Militer Myanmar resmi mengumumkan gencatan senjata sementara guna mempercepat proses distribusi bantuan dan rekonstruksi akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang negara itu pada pekan lalu.
Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan Dewan Administrasi Negara pada Rabu (2/4/2025), gencatan senjata akan berlangsung mulai 2 April hingga 22 April. Langkah ini mengikuti keputusan sepihak dari kelompok pemberontak yang lebih dulu menyatakan penghentian konflik guna memudahkan proses kemanusiaan.
Bencana mematikan ini terjadi pada Jumat (28/3/2025) dengan kekuatan magnitudo 7,7, menyebabkan 2.886 korban jiwa dan ratusan orang masih dinyatakan hilang. Dampaknya terasa hingga negara-negara tetangga seperti Thailand, yang melaporkan 21 korban meninggal akibat gempa tersebut.
Myanmar, yang masih berada dalam kondisi konflik berkepanjangan antara junta dan kelompok perlawanan sejak kudeta 2021, kini menghadapi tantangan besar dalam menyalurkan bantuan. Gencatan senjata ini diharapkan dapat memperlancar upaya penyelamatan dan rekonstruksi di wilayah terdampak. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!