Mikroplastik dalam Sayuran: Ancaman Tersembunyi bagi Kesehatan Manusia
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 27 Januari 2025 | 23:35 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Mengkonsumsi makanan bergizi sangat penting untuk tubuh, namun jika makanan tersebut terkontaminasi dengan mikroplastik, maka risiko kesehatan bisa meningkat. Mikroplastik, partikel plastik yang berukuran kurang dari lima milimeter, kini menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia, karena sering ditemukan di tubuh hewan, kemasan makanan, dan bahkan sayuran yang kita konsumsi.
Dr. Meryl "Mimi" Kallman, Clinical & Scientific Lead AsaRen, menjelaskan bahwa sayuran akar, seperti wortel dan lobak, berisiko mengandung kadar mikroplastik yang lebih tinggi, terutama jika ditanam di tanah yang tercemar mikroplastik.
"Sebab, plastik cenderung mengumpul di akar tanaman. Maka dari itu, sebaiknya cari makanan berupa daun-daunan karena memiliki konsentrasi mikroplastik yang lebih rendah dibanding akar atau batang," jelas Dr. Mimi, Senin (27/1/2025).
"Jadi, sebaiknya cari makanan yang daun-daunan dan memiliki konsentrasi mikroplastik yang lebih rendah dibandingkan sayuran akar atau batang," imbuhnya.
Sebuah studi yang dipublikasikan pada 2020 menunjukkan bahwa buah dan sayuran di pasar lokal di Sisilia, Italia, mengandung mikroplastik. Sayuran umbi-umbian seperti wortel dan lobak memiliki tingkat cemaran mikroplastik yang lebih tinggi dibandingkan sayuran berdaun. Penelitian ini menyoroti bahaya mikroplastik bagi kesehatan, yang dapat menyebabkan inflamasi atau peradangan.
"Secara khusus, apel merupakan sampel buah yang paling terkontaminasi, sedangkan wortel adalah sayuran yang paling terkontaminasi," ujar para peneliti dalam laporan studi.
Mikroplastik bahkan ditemukan dalam darah manusia, yang berpotensi menyebabkan inflamasi atau peradangan.
"Konsumsi mikroplastik dari makanan memang membawa potensi risiko kesehatan. Beberapa penelitian itu menunjukkan hubungan (mikroplastik) dengan inflamasi atau peradangan dan potensi toksisitas," kata Dr. Mimi.
"Mikroplastik bisa ditemukan di dalam darah dan menyebabkan inflamasi," sambungnya.
Namun, efek jangka panjang mikroplastik terhadap kesehatan manusia masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Untuk mengurangi risiko ini, Dr. Mimi menyarankan masyarakat untuk menghindari makanan yang dikemas dalam plastik sekali pakai dan memilih makanan segar yang lebih aman. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!