Mikroplastik: Bahaya, Dampak Kesehatan, dan Cara Menguranginya
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 13 November 2024 | 00:10 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Mikroplastik adalah partikel plastik kecil yang dapat mencemari lingkungan dan berpotensi membahayakan kesehatan manusia. Sebagian besar mikroplastik berasal dari limbah plastik yang pecah menjadi bagian-bagian kecil. Limbah ini mencemari sungai dan laut, sehingga masuk ke dalam tubuh hewan perairan seperti ikan, yang pada akhirnya bisa masuk ke tubuh manusia saat dikonsumsi. Indonesia sendiri tercatat sebagai negara dengan tingkat konsumsi mikroplastik tertinggi di dunia.
Mikroplastik dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui berbagai saluran, seperti konsumsi ikan yang tercemar plastik atau penggunaan kemasan makanan berbahan plastik. Beberapa jenis mikroplastik yang sering ditemukan dalam makanan antara lain Bisphenol A (BPA), dioksin, ftalat, serta polietilena dan polipropilena, yang sering digunakan dalam kemasan makanan.
Dampak dari mikroplastik bagi kesehatan sangat berbahaya, antara lain dapat mengganggu sistem hormon tubuh, meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung, serta merusak kekebalan tubuh. Paparan jangka panjang terhadap mikroplastik dapat melemahkan fungsi usus dan sistem imun.
Untuk mengurangi dampak buruk mikroplastik, ada beberapa langkah yang dapat diambil, antara lain mengurangi konsumsi makanan olahan yang mengandung mikroplastik, memilih kemasan ramah lingkungan seperti kaca atau stainless steel, serta menghindari penggunaan botol plastik sekali pakai. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!