Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Mentan Beberkan Temuan Beras Premium Bermutu Rendah

Desi Rossilawati
Sabtu, 16 Agustus 2025 | 18:00 WIB
Bagikan
Mentan Beberkan Temuan Beras Premium Bermutu Rendah
VISI.NEWS | JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap temuan mengejutkan terkait beras berlabel premium yang beredar di pasaran. Dari hasil uji sampel, tingkat patahan (broken) pada beras tersebut mencapai 30 hingga 59 persen, jauh melampaui standar maksimal 15 persen untuk kategori premium. Amran menilai praktik ini menjadi salah satu penyebab harga beras melambung tidak wajar. Ia mencontohkan, beras yang seharusnya dijual Rp 12 ribu per kilogram justru dilepas ke pasar dengan harga Rp17 ribu hanya karena dilabeli premium. “Labelnya premium-medium, tetapi sebenarnya beras yang ada adalah itu beras biasa,” ujarnya di Jakarta, Jumat (15/8/2025). Menurut Amran, tingginya patahan menurunkan mutu beras karena memengaruhi tekstur, rasa, dan nilai jual. Standar Nasional Indonesia (SNI) pun membatasi kadar patahan agar kualitas tetap terjaga. Sementara itu, Satgas Pangan Polri telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan manipulasi mutu dan takaran beras oleh PT Padi Indonesia Maju (PIM) Wilmar. Pelanggaran ditemukan pada empat merek beras produksi perusahaan tersebut, yakni Sania, Fortune, Sovia, dan SIIP. Ketua Satgas Pangan Polri Brigjen Helfi Assegaf menjelaskan, tiga tersangka yang ditetapkan adalah S (Presiden Direktur PT PIM), Al (Kepala Pabrik), dan DO (Kepala QC). Mereka diduga melanggar UU Perlindungan Konsumen karena memperdagangkan beras tidak sesuai standar mutu dan label kemasan. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.