Mensos Gus Ipul Ungkap Dampak Ekonomi Sekolah Rakyat: Paket Komplit
Ia menegaskan pelaksanaan Sekolah Rakyat akan membutuhkan peran aktif kepala daerah dan jajarannya. Sebab, mereka nantinya yang menjaga basis pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Tidak boleh tambah sendiri (Siswa Sekolah Rakyat). DTSEN yang bicara," katanya.
Ia mengatakan siswa yang bersekolah di Sekolah Rakyat harus atas persetujuan wali kota dan gubernur, sehingga betul-betul dipastikan dari keluarga miskin.
"Setelah ada data dari DTSEN baru cek ke rumah dan cek Kesehatan. Tidak ada tes akademik," katanya.
Lebih lanjut, ia mengatakan anak-anak dari keluarga dengan kategori desil 1 yang berhak mengenyam pendidikan di sekolah rakyat. Lalu, orang tuanya akan diberdayakan dan rumahnya akan diperbaiki.
"Kawasan di sekitar Sekolah Rakyat direhabilitasi dan ekonomi tumbuh. Kurang apa, paket komplit. Gimana Pak?," katanya.
Merespons hal tersebut, para kepala daerah menyambut baik arahan dari Mensos Gus Ipul dan menyatakan kesiapannya menyukseskan sekolah rakyat. "Siap," ujar para kepala daerah serempak. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!