Menjaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan, Bapanas Bersama Anggota DPRD Jabar Gelar GPM
“Kami dari DPRD Dapil Jabar 2 bekerja sama dengan Bapanas dan Dinas Ketahanan Pangan untuk mencari daerah-daerah yang mengalami fluktuasi harga tinggi dan melakukan intervensi melalui Gerakan Pangan Murah,” jelas Saeful.
Menjawab pertanyaan terkait keberlanjutan program ini setelah Ramadan, Saeful Bachri memastikan bahwa Gerakan Pangan Murah akan tetap berlanjut setelah Hari Raya Idul Fitri.
“Insya Allah, setelah Lebaran nanti program ini masih akan ada. Pemerintah sudah menyampaikan bahwa mereka akan terus menggelar kegiatan seperti ini guna menjaga kestabilan harga di berbagai daerah,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam menjaga ketahanan pangan.
“Gerakan Pangan Murah ini adalah upaya pemerintah untuk menggerakkan seluruh stakeholder pangan, dari Bulog, ID Food, petani, peternak, hingga distributor. Tujuannya adalah menstabilkan harga bahan pokok, terutama menjelang hari-hari besar seperti Lebaran,” ujar Maino.
Ia juga menyampaikan bahwa hingga saat ini, Bapanas telah menggelar program serupa di 2.600 titik di seluruh Indonesia pada 2025, dengan target yang lebih luas dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 9.500 titik sepanjang tahun 2024.
“Kami tidak hanya fokus pada Ramadan dan Idul Fitri. Gerakan Pangan Murah ini berjalan sepanjang tahun, dari Januari hingga Desember. Kami terus memantau daerah-daerah mana yang harga pangannya masih tinggi atau pasokannya terganggu, dan kami intervensi di sana,” kata Maino.
Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan pasar murah ini tidak hanya melibatkan pemerintah pusat, tetapi juga pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta masyarakat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!