Menhub : Rekayasa One Way Tol Trans Jawa Akan Dihentikan Tergantung Situasi
VISI.NEWS | JAKARTA - Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyatakan bahwa penerapan rekayasa lalu lintas satu arah atau one way nasional di Tol Trans Jawa akan disesuaikan dengan kondisi arus kendaraan selama periode mudik Lebaran.
Dudy menjelaskan, kebijakan tersebut diberlakukan seiring meningkatnya volume kendaraan dari arah Jakarta menuju wilayah Jawa Tengah. Namun demikian, jika volume kendaraan kembali normal, sistem lalu lintas dua arah akan diberlakukan kembali.
"Tentu kita lihat sampai seberapa jauh bangkitan dari kendaraan yang melakukan perjalanan mudik ini," kata Dudy dikutip dalam keterangannya, Rabu (18/3/2026).
Menurutnya, Jasa Marga sebagai pengelola jalan tol memiliki parameter V/C ratio atau rasio kapasitas kendaraan di jalan tol untuk menerapkan langkah rekayasa lalu lintas tertentu.
Saat ini, rasio volume kendaraan sudah mencapai angka 8.000, sehingga perlu diberlakukan one way.
"Kemudian apabila V/C ratio berkurang, maka rekayasa lalu lintas pun akan dikurangi atau disesuaikan," katanya.
Sementara itu, dia mengingatkan kepada para pemudik yang melakukan perjalanan berasal dari arah timur menuju ke arah barat, untuk menggunakan jalur arteri. Pemerintah, kata dia, juga telah mempersiapkan sejumlah jalur arteri tersebut demi kenyamanan pemudik.
Sebelumnya, rekayasa lalu lintas satu arah atau one way nasional di Tol Trans Jawa resmi diberlakukan pada Rabu siang, atau H-3 Lebaran 2025, yang dimulai dari KM 70 Gerbang Tol Cikampek Utama, Jawa Barat, hingga ke KM 414 di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Jawa Tengah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!