IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Mengkomersialkan Kesehatan Perempuan

ED
Kamis, 9 Mei 2024 | 05:48 WIB
Bagikan
Mengkomersialkan Kesehatan Perempuan

Oleh Grace Jennings-Edquist

  • Editor Komisi, 360info

DALAM beberapa kasus, masalahnya bukan pada tes atau pengobatan itu sendiri – namun pada cara pemasarannya yang tidak tepat kepada perempuan sehat yang tidak mendapatkan manfaat dari tes atau pengobatan tersebut.

Dalam beberapa kasus, masalahnya bukan pada tes atau pengobatan itu sendiri – namun pada cara pemasarannya yang tidak tepat kepada perempuan sehat yang tidak mendapatkan manfaat dari tes atau pengobatan tersebut.

Kesehatan perempuan telah dikesampingkan selama berabad-abad. Namun kini setelah perempuan akhirnya didengarkan, beberapa perusahaan yang tidak bermoral mengambil keuntungan dari gerakan ini.

Setelah berabad-abad dikesampingkan oleh ilmu kedokteran, kesehatan wanita akhirnya mulai mendapat perhatian yang layak.

Media massa telah mulai meliput kesenjangan gender, sebuah panel ahli sedang menyelidiki misogini medis di Australia, dan para ilmuwan di banyak negara kini diharuskan untuk melibatkan perempuan dalam studi penelitian mereka.

Sayangnya, beberapa perusahaan yang tidak bermoral mengambil keuntungan dari gerakan advokasi kesehatan perempuan.

Penelitian yang diterbitkan baru-baru ini yang dipimpin oleh Dr Tessa Copp dari Universitas Sydney menemukan bahwa sejumlah perusahaan “mengooptasi pesan-pesan feminis” untuk mempromosikan perawatan dan tes kesehatan yang tidak berguna.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.