Mengharukan Rika Kurnia Wati Meninggal Sebelum Wisuda Sarjana UNS
VISI.NEWS | SOLO - Suasana haru menyelimuti prosesi wisuda sarjana di auditorium GPH Haryo Mataram, Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Sabtu (27/8/2022). Ketika MC menyebut nama wisudawan Rika Kurnia Wati, ternyata lulusan program studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) tersebut telah meninggal dunia.
Mendengar panggilan tersebut, kakak kandung almarhumah Rika berjalan ke depan panggung. Rektor UNS Prof. Dr. Jamal Wiwoho, yang duduk di panggung bersama jajaran pimpinan bergegas turun dan menyerahkan ijazah kepada kakak kandung Rika yang mewakili keluarga pasangan Suparna-Sumarni.
Almarhumah Rika Kurnia Wati, anak pasangan Suparna-Sumarni, petani Dusun Sendang, Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, kelahiran 11 Maret 2000, meninggal beberapa hari sebelum wisuda dilaksanakan.
Dalam wisuda tersebut, seharusnya almarhumah Rika diwisuda bersama 1.016 orang sarjana lulusan program sarjana dan program strata 1. Upacara wisuda periode IV tahun 2022 Ini, merupakan yang pertama kali digelar secara luring, setelah 2 tahun sebelumnya dilakukan secara daring akibat pandemi Covid-19.
Almarhumah Rika menyandang gelar sarjana pendidikan (SPd), setelah menyelesaikan studi selama 3 tahun 8 bulan dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,75.
Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho, dalam sambutannya mengingatkan, menghadapi tantangan pembangunan di era industri 4.O dan perkembangan masyarakat informasi dijagat cyber, bangsa Indonesia perlu pasukan tangguh bertalenta unggul, yaitu ketangguhan dan keunggulan dalam penguasaan mahadata (big data), kecerdasan buatan, internet of thing (IoT), secara blockchain secara komprehensif.
"Ini isyarat bahwa masyarakat masa depan tidak akan menyisakan ruang bagi mereka yang gagap teknologi. Era ini akan memberikan panggung bagi mereka yang mampu menguasai literasi dan keterampilan teknologi. Karena itu, para sarjana harus menjadi aktor peradaban masa depan, yang kehadirannya menjadi bagian dari solusi, bukan malah justru membebani," ujarnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!