Membangun Kesadaran: Humaira Zahrotun Noor Sosialisasikan Peraturan Daerah untuk Desa Wisata
VISI.NEWS | KAB BANDUNG - Penyebarluasan peraturan daerah tahun anggaran 2024-2025, yang di sampaikan oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil Jabar ll (Kab. Bandung) Humaira Zahrotun Noor, di Roemah Sadoe Resto, Jln Raya Soreang-Ciwidey, Desa Sadu, Kab. Bandung, Senin (28/10/2024).
Dalam acara ini dihadiri oleh Ketua Karang Taruna Kab. Bandung, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kab. Bandung, Sekretaris Desa Sadu, Kapoles Soreang dan masyarakat sekitar.
Humaira berharap, dengan adanya program ini para karang taruna bisa saling membantu untuk membangun desanya masing-masing.
"Kepada karang taruna saling membantu untuk membangun desanya karna harapan saya karang taruna yang hadir bisa langsung membangun segmen desa atau door to door mungkin bisa ikut saling serta ya dalam membangun desa, saling membangun, saling memotivasi, saling gotong royong," ucap Humaira saat sosialisasi, Senin (28/10/2024).
Dengan adanya program desa wisata ini, Humaira berharap warga sekitar bisa mengembangkan potensi wisata di desanya masing-masing dengan memanfaatkan kekayaan alam di desanya. Humaira menekankan bahwa warga yang akan mengelola wisata ini diwajibkan memiliki minimal ijazah SMA. Bagi warga yang minim pendidikan, Humaira mengatakan provinsi Jawa Barat akan menyediakan dana untuk mefasilitasi sekolah paket dan pelatihan khusus mengenai desa wisata. Dengan demikian, diharapkan semua warga bisa berpartisipasi secara aktif dan profesional dalam mengelola dan memajukan wisata di desanya. "Untuk dapat mengelola desa wisataa ini minimal memiliki ijazah SMA jikalaupun belum memiliki ijazah SMA bisa mengikuti sekolah paket yang akan di adakan dan di biyayai dari provinsi Jawa Barat serta untuk penataan ruangan pembiayaan untuk pelatihan pelatihan pun," ucapnya. Dalam hal ini diperlukan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat. Pemerintah harus menyediakan pelatihan dan sumber daya yang cukup bagi guru untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka dalam mengajarkan pendidikan karakter. Sekolah juga perlu menerapkan pendekatan yang lebih integratif dan menyeluruh dalam pendidikan karakter, bukan hanya sekadar mata pelajaran tambahan.“Saya pun mempunyai harapan kepada masyarakat, kepada guru tolonglah sekolahkan anaknya, karna saya yakin ketika emang moral dan etika dan juga memang itu yang sangat baik dan pendidikan SDM pun akan berkualitas sangat banyak dan sangat tinggi “ harapan Humaira. @berlin
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!