Membahayakan Pengendara, Jalan Raya Laswi Ciparay Banyak yang Rusak dan Berlubang
VISI.NEWS | CIPARAY - Pengguna kendaraan yang sering melewati Jalan Raya Laswi Ciparay, Kabupaten Bandung, mengeluhkan kerusakan jalan tersebut karena banyak lubang yang membahayakan terutama kalau di malam hari.
Tak sedikit warga yang tinggal di daerah tersebut membagikan sejumlah video maupun foto beberapa bagian jalan yang rusak di akun-akun sosial medianya.
"Keudah Seueur hati-hati baraya pami nuju berkendara, jalan lempeng loba logakna, ku kitu na mah nikmati we, da kumaha ngadu ge rek kasaha ?, tara digugu," imbuh akun facebook @ShuriAlfatih dalam cuitan yang dikirim ke beberapa Grup facebook.
Hasil penelusuran VISI.NEWS dilapangan sesuai informasi yang viral beredar di sosial media, Jumat (3/12/2022), menunjukkan beberapa titik ruas jalan rusak tersebut berada di wilayah Desa Ciheulang, Desa Serangmekar, Desa Bumiwangi, Desa Gunungleutik, Kecamatan Ciparay.
Kepala Bidang Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung Eri Hernawan saat ditanyakan mengenai kerusakan jalan terset mengatakan bahwa kewenangan jalan tersebut oleh Provinsi Jawa Barat.
"Silahkan kami arahkan pengaduannyake provinsi. Di Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Jawa Barat yang beralamat di Jl. Asia Afrika No.79, Braga, Sumur Bandung, Kota Bandung," tuturnya.
Kepala Desa Manggungharja Deden Toha yang juga Ketua Assosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kecamatan Ciparay menghawatirkan kondisi beberapa bagian Jalan Raya Laswi yang rusak dan berlubang karena bisa membahayakan pengguna kendaraan terutama kalau malam hari.
"Sekitar tiga kilometer jalan provinsi di Kecamatan Ciparay, mulai dari batas Desa Ciheulang sampai desa Manggungharja rusak dan berlubang," ungkapnya.
Jalan-jalan berlubang itu, katanya, makin rusak parah ketika terjadi hujan deras di wilayah Desa Manggungharja karena air meluap ke jalan raya akibat saluran yang dangkal. "Genangan-genangan air ini menjadikan kondisi jalan makin rudakt. Ini juga mendesak untuk segera dilakukan perbaikan drainase untuk menormalisasi kembali."Secara tertulis kami belum mengajukannya ke Pemprov Jabar," ungkapnya.
Sedangkan Kepala Desa Serangmekar Asep Taofik, mengatakan bahwa persoalan tersebut sudah di bahas beberapa tahun lalu terkait jalan yang rusak di wilayah desanya pada saat musrenbang tingkat desa dan kecamatan.
"Saya sudah mengajukan proposal dan hasil Musrenbang desa dan kecamatan tahun 2018. Tapi sampai sekarang belum ada perbaikan, jalannya masih rusak. Kasihan warga saya, sempat ada laporan jadi korban kecelakaan lalu lintas akibat jalan yang rusak ini," ungkapnya.
Senada Aktifis Peduli Lingkungan Edi Supriyadi, sekaligus sebagai putra daerah di Kecamatan Ciparay, sangat menyangkan lambannya respon pemerintah atas keluhan warga tersebut.
"Melihat kondisi jalan yang membahayakan para pengguna lalu lintas. ya seharusnya pemerintah segera merespon, karena masyarakat kan bayar pajak ke negara salah satunya ya untuk anggaran jalan raya," ungkapnya.
Ia berharap, pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten serta anggota dewan asal Kabupaten Bandung saling kerjasama untuk segera merespon keluhan masyarakat tersebut.@gustav
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!