Masjid Negara IKN Ditargetkan Kembali Digunakan Saat Salat Idul Fitri 2025

Desi Rossilawati
Senin, 2 Desember 2024 | 09:00 WIB
Bagikan
Masjid Negara IKN Ditargetkan Kembali Digunakan Saat Salat Idul Fitri 2025

VISI.NEWS | IKN - Pembangunan Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi sorotan, setelah Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti menyampaikan target penggunaan masjid tersebut untuk salat Idul Fitri pada tahun 2025. Pada hari Senin (2/12/2024). Penegasan ini disampaikan Diana saat meninjau langsung pembangunan masjid pada hari Minggu, 1 Desember 2024. Dalam kunjungannya, Diana berharap bahwa proses penutupan atap atau topping off dapat diselesaikan pada bulan Desember 2024.

Lebih lanjut, Diana mengingatkan agar progres pembangunan dipercepat demi memenuhi target tersebut. Ia menekankan agar segala persiapan dapat rampung sebelum bulan Ramadhan masuk, sehingga masyarakat dapat beribadah di masjid tersebut saat hari raya Idul Fitri. "Saya minta Maret memasuki Ramadhan sudah selesai dan bisa digunakan salat Idul Fitri di sini," katanya.

Masjid Negara IKN dibangun di atas lahan seluas 32.125 meter persegi, dengan luas bangunan masjid mencapai 61.596 meter persegi. Selain masjid, kompleks ini juga akan dilengkapi dengan bangunan komersial seluas 2.212 meter persegi setinggi dua lantai, serta bangunan penunjang seluas 727 meter persegi yang terdiri dari satu lantai. Semua elemen ini dirancang untuk mendukung berbagai aktivitas masyarakat di IKN.

Dari segi desain, bangunan masjid memiliki tiga bagian utama: Kubah Utama, Plaza Terbuka, dan Minaret. Kubah Masjid yang mengusung konsep simbol sorban dan bentukan galaksi Andromeda ini melambangkan ketakberhinggaan semesta. Plaza Terbuka, di sisi lain, berfungsi untuk mempertegas arah kiblat yang berlanjut ke arah Menara Minaret, memberikan nuansa religius yang semakin mendalam.

Pembangunan Masjid Negara ini dikelola oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kalimantan Timur dengan kontraktor pelaksana PT Adhi Karya Tbk–PT Hutama Karya KSO. Proyek yang bernilai Rp 940 miliar ini telah dimulai sejak November 2023 dengan estimasi waktu pelaksanaan selama 400 hari kerja. Dengan target yang jelas, diharapkan masjid ini dapat menjadi pusat ibadah dan kegiatan masyarakat di Ibu Kota Nusantara yang baru. @berlin

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.