Masa Jabatan Kedua Dimulai, Trump Pecat Kepala Penjaga Pantai AS
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 22 Januari 2025 | 21:05 WIB
VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menjadi sorotan di awal masa jabatan keduanya setelah resmi dilantik pada 20 Januari 2025. Dalam langkah kontroversial, Trump memecat Laksamana Linda Fagan, wanita pertama yang menjabat sebagai Kepala Penjaga Pantai AS. Pemecatan ini diumumkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS), Benjamine Huffman, sehari setelah pelantikan Trump.
"Dia (Fagan-red) telah menjalani karier yang panjang dan cemerlang, dan saya berterima kasih atas pengabdiannya," kata Huffman.
Menurut pernyataan DHS, Fagan dinilai gagal dalam kepemimpinan strategis, termasuk menangani ancaman keamanan perbatasan, salah kelola akuisisi seperti helikopter, serta memberikan fokus berlebihan pada program keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI) yang dicetuskan era Biden. Program DEI kini telah resmi dibatalkan oleh Trump sebagai bagian dari serangkaian perintah eksekutif yang ia tanda tangani untuk membatalkan kebijakan pendahulunya, Joe Biden.
Trump menjadikan keamanan perbatasan sebagai prioritas utama. Pada hari pertamanya menjabat, ia menetapkan keadaan darurat nasional di perbatasan AS-Meksiko. Langkah ini menunjukkan tekad Trump untuk memperkuat Angkatan Bersenjata AS, meski hubungan Trump dengan militer sering kali berfluktuasi. Salah satu langkah simbolisnya adalah mencopot potret Mark Milley, mantan pejabat militer top AS, dari Pentagon.
Calon Menteri Pertahanan pilihan Trump, Pete Hegseth, yang masih menunggu konfirmasi dari Kongres, mengindikasikan bahwa militer akan menjalani evaluasi menyeluruh. Evaluasi ini difokuskan pada meritokrasi, standar, letalitas, serta komitmen terhadap perintah yang sah, yang menandakan kemungkinan perombakan lebih lanjut di tubuh militer AS. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!