Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026

Marshall Chandra: Penghapusan Premium dan Pertalite Tidak Tepat

ED
Sabtu, 1 Januari 2022 | 15:53 WIB
Bagikan
Marshall Chandra: Penghapusan Premium dan Pertalite Tidak Tepat

VISI.NEWS | BANDUNG - Keputusan pemerintah melalui PT Pertamina Persero terkait penghapusan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan pertalite dianggap tidak tepat jika diterapkan ketika daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih.

Demikian dikatakan politisi muda asal Kota Bandung, Marshall Chandra, menurutnya kondisi pasca pademi Covid-19 saat ini, daya beli masyarakat masih cenderung menurun.

"Situasi perekonomian masyarakat khususnya di Jawa Barat (Jabar) saat ini, belum normal, jadi penghapusan bbm tersebut momennya kurang pas," katanya.

Kepada VISI.NEWS Sabtu (1/1/22), Marshall menjelaskan, penghapusan bbm tersebut justru akan menjadi beban baru bagi masyarakat, pasalnya BBM sudah menjadi kebutuhan sehari-hari.

“Penghapusan premium pertalite secara terburu-buru dapat semakin mempersulit kondisi masyarakat kecil," jelasnya.

Pada prinsipnya, Marshall mendukung kebijakan BBM ramah lingkungan yang digagas pemerintah, namun kebijakan tersebut jangan kemudian malah memberatkan masyarakat.

“Saya setuju, kita perlu beralih dari bbm dengan oktan rendah ke oktan yang lebih tinggi, namun harus dipikirkan juga solusi alternatif pengganti premium pertalite nya," ungkapnya.

Terakhir, masyarakat berharap, sebelum pemerintah benar menerapkan kebijakan penghapusan premium pertalite, solusi yang ditawarkan ke masyarakat, harus segera dikemukakan.

"Intinya solusi yang ditawarkan oleh pemerintah seperti apa, yang jelas harus ada pengganti bbm dengan harga yang murah dan dapat diakses oleh masyarakat kecil," pungkasnya.@eko

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.