Marc Klok Buka Suara Usai Timnas Indonesia Gagal di Piala AFF 2026

Desi Rossilawati
Senin, 10 Agustus 2026 | 15:57 WIB
Bagikan
Marc Klok Buka Suara Usai Timnas Indonesia Gagal di Piala AFF 2026

Marc Klok./visi.news/voi.

VISI.NEWS - Kegagalan Timnas Indonesia di ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF 2026 meninggalkan kekecewaan bagi para pemain, termasuk gelandang Marc Klok.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Klok mengungkapkan perasaannya setelah Timnas Indonesia gagal melaju lebih jauh di turnamen tersebut. Ia mengaku hasil yang diraih sangat menyakitkan setelah seluruh pemain dan staf berupaya mempersiapkan tim sebaik mungkin.

Klok menjadi salah satu pemain yang diandalkan di lini tengah Timnas Indonesia dalam empat pertandingan yang telah dijalani. Ia bermain bersama Ivar Jenner di sektor tengah, meski tidak mencatatkan gol maupun assist selama turnamen.

Timnas Indonesia harus mengubur kembali harapan meraih trofi Piala AFF setelah kalah 0-3 dari Vietnam dan bermain imbang 1-1 melawan Singapura. Hasil tersebut membuat skuad Garuda finis di posisi ketiga dengan koleksi tujuh poin.

Kegagalan itu menjadi yang keenam kalinya bagi Timnas Indonesia untuk tidak lolos dari fase grup Piala AFF.

Klok sendiri telah tampil dalam dua edisi Piala AFF, yakni pada 2022 dan 2026. Dalam kedua edisi tersebut, ia belum berhasil membawa Timnas Indonesia meraih gelar juara.

"Hancur rasanya. Sungguh menyakitkan. Benar-benar menyakitkan."

Menurut Klok, turnamen dan trofi tersebut bukan hanya tentang para pemain, tetapi juga tentang masyarakat Indonesia dan generasi yang akan datang.

"Turnamen dan trofi ini bukan tentang kami. Ini tentang kalian semua dan generasi mendatang. Tentang membuktikan bahwa segalanya mungkin terjadi jika kita percaya dan mau berjuang untuk mewujudkannya," ujar Klok di Instagram pribadinya.

Ia mengaku sulit menerima kenyataan bahwa Timnas Indonesia kembali gagal mengangkat trofi. Menurutnya, seluruh anggota tim telah memberikan kemampuan terbaik sepanjang persiapan dan pertandingan.

"Kami tersingkir dan lagi-lagi, kami gagal mengangkat trofi itu."

"Kami telah mengerahkan segalanya. Setiap orang dari kami. Setiap anggota tim, baik pemain maupun staf."

"Kami sudah memberikan segalanya hingga titik penghabisan. Namun, itu tetap saja belum cukup," sambungnya.

Meski kecewa dengan hasil akhir, Klok memilih menjadikan kegagalan tersebut sebagai bahan evaluasi untuk bangkit dan menatap perjalanan berikutnya.

Ia juga menceritakan momen ketika kembali ke rumah setelah turnamen. Sambutan dari keluarganya menjadi salah satu pengingat mengenai alasan dirinya bermain untuk Timnas Indonesia.

"Dua hari kemudian, saat saya melangkah masuk ke rumah, anak-anak berlari menyambut saya dengan senyuman, seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Tanpa membahas skor. Tanpa pertanyaan. Hanya sambutan hangat bahwa saya sudah pulang."

"Itulah alasan kami bermain. Bukan demi trofi. Bukan sekadar tanggung jawab itu, melainkan demi seluruh negeri," jelasnya.

Klok kemudian mengajak dirinya dan rekan-rekannya untuk menerima hasil tersebut, mengambil pelajaran, serta kembali bekerja untuk menghadapi tantangan berikutnya.

"Jadi, kita belajar dari pengalaman ini. Terima rasa sakitnya. Abaikan segala keriuhan di luar sana. Kembali bekerja. Tegakkan kepala. Dan kembali dengan tekad yang lebih kuat dari sebelumnya. Sederhana saja."

Klok juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang tetap memberikan dukungan kepada Timnas Indonesia dan dirinya selama turnamen.

"Kepada semua orang yang mendukung kami dan saya pribadi terima kasih. Dukungan kalian sangat berarti dan tidak luput dari perhatian kami," kata Klok.

Ia menegaskan perjalanan bersama Timnas Indonesia belum berakhir. Klok bertekad terus bekerja keras dan membuktikan dirinya layak mengenakan seragam skuad Garuda.

"Dan bagi mereka yang hanya muncul saat kami terjatuh: melontarkan kritik itu mudah dan murah. Namun, mengenakan seragam ini menuntut pengorbanan segalanya."

"Tidak ada yang memberikan posisi ini secara cuma-cuma kepada saya. Saya akan terus membuktikan diri agar layak memakainya."

"Perjalanan kami belum usai. Masih jauh dari kata selesai," pungkasnya.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.