Makan Sekali Sehari, Benarkah Efektif? Ini Fakta Diet OMAD yang Perlu Kamu Tahu
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 12 Mei 2025 | 01:00 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Di tengah tren hidup sehat dan diet modern, muncul metode makan ekstrem bernama OMAD (One Meal A Day). Seperti namanya, diet ini mendorong seseorang untuk hanya makan sekali dalam sehari, biasanya dalam jendela waktu satu jam. Sisanya, selama 23 jam, tubuh dibiarkan berpuasa.
Meski terlihat praktis dan dianggap mampu menurunkan berat badan dengan cepat, OMAD bukan tanpa risiko. Beberapa manfaatnya termasuk:
1. Mengurangi asupan kalori secara signifikan, sehingga bisa membantu penurunan berat badan.
2. Meningkatkan respons insulin, yang baik untuk pengaturan kadar gula darah.
3. Memperbaiki kadar kolesterol dan trigliserida pada beberapa orang.
Namun, ada pula efek samping yang perlu diperhatikan:
1. Risiko kekurangan nutrisi karena tubuh hanya mendapat asupan satu kali.
2. Rasa lelah, pusing, dan sulit berkonsentrasi karena tidak makan dalam waktu lama.
3. Potensi gangguan pencernaan jika makan terlalu banyak sekaligus.
4. Kemungkinan munculnya kebiasaan makan tidak sehat, seperti balas dendam saat waktu makan tiba.
Karena cukup ekstrem, diet ini tidak disarankan untuk semua orang, terutama mereka yang punya kondisi medis tertentu seperti diabetes, gangguan makan, atau masalah lambung. Jadi, sebelum memutuskan untuk mencobanya, sebaiknya konsultasikan dulu ke ahli gizi atau dokter. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!