Majelis Dzikir Sabilul Ghafilin Gelar Tasyakur dan Kajian Tafsir Yasin Berjalan Lancar
Sejarah Sumur Keramat Wetan sendiri sangat menarik. Tempat ini merupakan peninggalan Mbah Kuwu Sangkan, yang dikenal juga dengan nama Pangeran Walasungsang, seorang tokoh sejarah yang berhubungan erat dengan Pangeran Cakrabuana dari Cirebon, yang merupakan putra dari Prabu Siliwangi dan ayah mertua dari Syekh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati). Sumur Keramat ini menjadi saksi bisu perjalanan sejarah yang kaya dan berperan dalam penyebaran agama Islam di Jawa Barat.
Gus Basyir berharap, dengan adanya kegiatan Majelis Dzikir Sabilul Ghafilin ini, tidak hanya menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga sebagai cara untuk menggali keberkahan dari sumur peninggalan Mbah Kuwu Sangkan. “Semoga kegiatan ini dapat terus istiqamah dan memberikan manfaat bagi umat, hingga Yaumul Qiyamah,” ujar Gus Basyir.
Setelah acara tasyakur dan kajian selesai, jamaah dan panitia melanjutkan dengan silaturahmi, berbincang tentang berbagai macam kehidupan, serta berbagi hidangan bersama. Mereka menikmati makanan bersama dengan cara tradisional, yaitu dengan menggunakan daun pisang sebagai alas. Kegiatan ini tidak hanya memberikan keberkahan, tetapi juga mempererat tali persaudaraan di antara para jamaah yang hadir.
Dengan semakin berkembangnya kegiatan ini, Majelis Dzikir Sabilul Ghafilin berharap dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran spiritual dan memperbaiki diri di hadapan Allah SWT. Harapan besar pun ada agar majelis ini bisa terus berkembang dan menjadi tempat yang memberikan manfaat bagi banyak orang.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!