Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Mahasiswa Sukabumi Berunjuk Rasa, Tolak Efisiensi Anggaran Pendidikan

Desi Rossilawati
Sabtu, 22 Februari 2025 | 09:59 WIB
Bagikan
Mahasiswa Sukabumi Berunjuk Rasa, Tolak Efisiensi Anggaran Pendidikan
VISI.NEWS | SUKABUMI - Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)  se-Sukabumi dan Gerakan Mahasiswa Sukabumi menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Kota Sukabumi, Jumat (21/2/2025). Dalam aksi tersebut pengunjuk rasa membawa sejumlah tuntutan, diantaranya menolak efisiensi anggaran pada sektor pendidikan, meminta pemerintah meninjau kembali program Makan Siang Gratis (MBG) hingga terkait RUU perampasan aset. ”Menuntut untuk mencabut instruksi presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 mengenai efisiensi anggaran karena efisiensi anggaran tersebut tidak berpihak kepada rakyat kemudian kami menolak keras efisiensi anggaran pada sektor pendidikan karena bisa berdampak buruk untuk masa depan generasi bangsa,” ujar koordinator aksi Yogi. Tuntutan lainnya agar ditinjau kembali kebijakan makan bergizi gratis dengan mempertimbangkan efisiensi, pengalokasian anggaran dan kesejahteraan terhadap masyarakat yang lebih luas. “Menuntut pemerintah untuk berhenti membuat kebijakan yang berbasis riset ilmiah dan tidak berorientasi terhadap kesejahteraan rakyat,” kata Yogi. Mahasiswa juga menuntut agar menjadikan pendidikan sebagai prioritas, karena pendidikan merupakan fundamental terhadap pembangunan bangsa lalu menuntut presiden untuk mengesahkan RUU Perampasan Aset. Mahasiswa juga menuntut untuk meninjau ulang mengenai UU Mineral dan batubara mengenai posisi perguruan tinggi dapat dijadikan pihak ketiga dalam pengelolaan tambang Yogi menyatakan tuntutan itu sudah disampaikan kepada DPRD dan telah diterima. “Apabila dalam waktu satu minggu tidak ada tindakan terhadap tuntutan tersebut, maka kami akan turun lagi dengan masa yang lebih banyak,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi Rojab Asy’ari menuturkan apa yang menjadi tuntutan dari aksi mahasiswa itu realistis, sebab berdasarkan kajian-kajian di lapangan. Sebagai contoh, ketika Rojab melaksanakan reses, masyarakat lebih banyak menyampaikan terkait KIP dan PKH, sedangkan MBG mendapatkan respons yang minim. ”Justru yang banyak dibahas oleh masyarakat itu berkaitan dengan KIP, PKH kemudian yang lain-lainnya. Mudah-mudahan dengan begitu banyaknya kritik akan menjadi perbaikan bagi pemerintah pusat, bahwa MBG ini perlu perbaikan dimana-mana,” ujarnya. “Mengenai efisiensi anggaran di bidang pendidikan perlu menjadi sorotan, karena memang pendidikan ini salah satunya berkaitan dengan fokusnya kepada peningkatan sumber daya manusia. Jadi peningkatan sumber daya manusia bukan hanya karena makan, tapi karena memang harus diberikan akses yang seluas-luasnya,” ujarnya. Rojab menyatakan DPRD Kota Sukabumi berkomitmen mempertahankan minimal 20 persen untuk bidang pendidikan, sesuai dengan amanat undang-undang. @andri

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.