Macron Kutuk Blokade Bantuan Kemanusiaan di Gaza
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 14 Mei 2025 | 22:10 WIB
VISI.NEWS | PRANCIS - Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan kecaman keras terhadap kebijakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang terus memblokir masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Dalam wawancara dengan televisi TF1, Macron menyebut tindakan tersebut sebagai 'memalukan' dan tidak dapat diterima secara moral maupun kemanusiaan.
"Apa yang dilakukan pemerintah Benjamin Netanyahu tidak dapat diterima. Tidak ada air, tidak ada obat-obatan, yang terluka tidak bisa keluar, dokter tidak bisa masuk. Apa yang dilakukannya sangat memalukan," ujar Macron, dikutip dari AFP, Selasa (13/5/2025).
Macron juga menyoroti peran penting Amerika Serikat dalam konflik ini. Menurutnya, AS memiliki tanggung jawab moral untuk menggunakan pengaruhnya atas Israel, mengingat Washington merupakan pemasok utama persenjataan bagi Tel Aviv.
"Kita membutuhkan Amerika Serikat. Presiden Trump memiliki pengaruh. Saya telah berbicara keras dengan Perdana Menteri Netanyahu. Saya marah, tetapi mereka (Israel) tidak bergantung pada kami, mereka bergantung pada senjata Amerika," tegasnya.
Presiden Prancis itu mengaku telah melihat langsung dampak dari blokade saat mengunjungi perbatasan Mesir–Gaza pada awal tahun ini. Ia menyaksikan bagaimana bantuan dari Prancis dan negara lain tertahan, tak bisa menjangkau masyarakat sipil yang sangat membutuhkan.
"Ini adalah tragedi kemanusiaan yang tidak bisa diterima," tegas Macron lagi.
Namun begitu, Macron menolak untuk secara langsung menyebut tindakan Israel sebagai genosida. "Bukan hak seorang Presiden Republik untuk menyatakan 'ini genosida'. Itu adalah ranah para sejarawan," katanya hati-hati.
Sejak dimulainya agresi Israel ke Gaza pada 7 Oktober 2023, lebih dari 52.000 warga Palestina dilaporkan tewas. Macron menegaskan, krisis yang kini terjadi adalah salah satu bencana kemanusiaan terbesar di abad ini. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!