Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Longsor Terjang Sukabumi: Dua Anak Tertimbun, Satu Tewas

Desi Rossilawati
Rabu, 9 Juli 2025 | 19:54 WIB
Bagikan
Longsor Terjang Sukabumi: Dua Anak Tertimbun, Satu Tewas
VISI.NEWS | SUKABUMI - Hujan deras menyebabkan tebing tanah longsor menimpa rumah milik Ita (47) di Kampung Babakan RT 07/06, Desa Bojonggenteng, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, Rabu (9/7/2025) dini hari. Dalam kejadian ini dua orang anak tertimbun. Satu orang anak bernama Ibrahim berusia 13 tahun meninggal dunia sedangkan satu anak lagi bernama Said berusia 9 tahun dilarikan ke rumah sakit karena mengalami sesak. Tebing yang longsor berada tepat dibelakang kamar tempat kedua anak itu tidur. Material longsor merubuhkan dinding kamar yang selanjutnya menimbun keduanya. Ruang tengah juga dipenuhi material longsor, karena dinding tengah rumah juga ambruk diterjang longsor. Kakak Ibrahim, Anita (27) menyatakan peristiwa itu terjadi pada pukul 02.00 WIB ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Ketika itu di dalam rumah, ada 7 orang termasuk Anita, Ibrahim dan keponakannya Said. Anita yang tengah tidur dibangunkan oleh saudara dan tetangganya dari luar rumah. Menurut dia, tetangga itu melihat air keluar dari rumahnya yang ternyata air tersebut keluar dari material longsor. "Saya tahu ada kejadian itu ketika saudara dan tetangga membangunkan saya katanya ada banjir. Saya kira banjir biasa, ternyata banjir akibat longsor," kata Anita. Seluruh keluarga yang ada di rumah bangun, namun Ibrahim dan Said tak nampak. Menurut Anita, dua anak itu tidur di kamar belakang. Rasa panik bertambah disaat pintu kamar sulit dibuka. "Saya gedor-gedor pintu kamar adik saya, karena kondisinya kamar itu dikunci selain itu material longsor membuat pintu sulit dibuka sehingga harus didobrak," kata Anita. Orang tua beserta kakak korban dan warga langsung berupaya mengevakuasi keduanya. Yang pertama dapat dievakuasi yaitu Said, karena terlihat kakinya yang memudahkan untuk dievakuasi. Sedangkan Ibrahim berhasil dievakuasi sekitar pukul 03.00 WIB karena material longsoran yang menimbun seluruh tubuh korban. "Evakuasi dilakukan dengan cara digali pakai tangan, setelah itu adik saya berhasil dievakuasi," katanya. Ibrahim dinyatakan meninggal dunia saat itu. Sedangkan Said dilarikan ke klinik terdekat karena merasakan sesak. Jenazah Ibrahamin telah dimakamkan sekitar pukul 09.00 WIB di TPU setempat. Saat ini warga bersama relawan, karang taruna, tagana, TNI, serta BPBD melakukan evakuasi material longsor.

Potensi Longsor Susulan

Sementara itu, Kabid Kedaluratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi Solihin menyatakan tebing dibelakang rumah itu setinggi 14 meter, sedangkan area longsorannya panjangnya 4 meter. Selain satu rumah yang rusak akibat longsor, ada 5 rumah lagi yang terancam karena berada di belakang tebing. Warga pun diminta untuk waspada karena ada potensi longsor susulan mengingat hujan deras yang terus mengguyur. "Masih dimungkinkan ada longsor susulan karena potensi longsorannya masih besar," ujarnya. Adapun para penghuni rumah yang rusak terdampak longsor mengungsi ke kerabatnya. Solihin menyatakan di selain di Kampung Babakan, longsor juga terjadi di Kampung Bojonggenteng RT 02/01, Desa Bojonggenteng. Di Kampung Bojonggenteng longsor merusak sebuah rumah dan seorang anak bernama Ugi (15) harus dilarikan ke rumah sakit karena tidak sadarkan diri setelah tertimbun. @andri

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.