Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Longsor Cisarua: 23 Marinir Dipastikan Jadi Korban Saat Latihan

ED
Selasa, 27 Januari 2026 | 04:12 WIB
Bagikan
Longsor Cisarua: 23 Marinir Dipastikan Jadi Korban Saat Latihan

VISI.NEWS | JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengungkapkan sebanyak 23 prajurit Korps Marinir TNI AL menjadi korban dalam bencana longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, yang terjadi pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026. Para prajurit tersebut dilaporkan berada di lokasi jauh sebelum bencana terjadi.

Menurut Muhammad Ali, puluhan marinir itu tengah melaksanakan latihan militer sebagai bagian dari persiapan tugas pengamanan perbatasan Republik IndonesiaPapua Nugini. Latihan tersebut berlangsung di wilayah Cisarua, yang saat itu tengah diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

“Mereka sedang melaksanakan latihan untuk dikirim melaksanakan pengamanan perbatasan RI–Papua Nugini,” ujar Ali saat ditemui usai rapat kerja bersama DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Ali menduga longsor terjadi akibat curah hujan yang sangat tinggi di wilayah tersebut. Ia menjelaskan hujan deras mengguyur kawasan Cisarua selama dua malam berturut-turut sebelum bencana terjadi, sehingga kondisi tanah menjadi labil dan tidak mampu menahan beban.

“Hujan cukup tinggi selama dua malam. Mungkin itu yang mengakibatkan terjadinya longsor dan menimpa penduduk satu desa, dan kebetulan ada prajurit kita yang sedang berlatih di sana,” kata Ali.

Hingga saat ini, tim pencarian dan penyelamatan baru menemukan empat dari 23 prajurit marinir yang dinyatakan hilang. Keempat personel tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara puluhan lainnya masih tertimbun material longsor.

Proses pencarian korban, lanjut Ali, menghadapi berbagai kendala di lapangan. Cuaca ekstrem yang masih berlangsung serta akses menuju lokasi longsor yang sempit membuat alat berat belum bisa dikerahkan secara optimal untuk mempercepat evakuasi.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, tim SAR gabungan mengerahkan berbagai teknologi pendukung. “Pencarian akan kami lakukan dengan memanfaatkan teknologi, seperti drone, kamera thermal, serta anjing pelacak,” ujar Ali.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.