LKBN Antara Ajak Mahasiswa Sukabumi Saring Informasi dengan Prinsip Jurnalistik
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 1 Juli 2025 | 20:35 WIB
VISI.NEWS | SUKABUMI - Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara bekerjasama dengan Nusa Putra University (NPU) Sukabumi menyelenggarakan kegiatan kuliah umum bertema ‘Peran Media Dalam Membangun Peradaban Bangsa di Era Digital’, Selasa (1/7/2025).
Kegiatan di kampus tersebut merupakan program Antara Goes To Campus yang dilaksanakan di hari kedua di Sukabumi. Sebab sebelumnya, pada Senin (30/6/2025), LKBN Antara juga melaksanakan pelatihan jurnalistik 'Teknik Dasar Penulisan Standar Kantor Berita’ di Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI).
Manajer TJSL dan Komunikasi Perusahaan LKBN Antara Esti Oktaviani menyatakan kuliah umum di Universitas Nusa Putra ini menghadirkan anggota DPR RI Komisi VII Iman Adinugraha sebagai pembicara sekaligus membuka acara selanjutnya untuk materi peran media disampaikan oleh Redaktur Pelaksana LKBN Antara Teguh Priyanto.
“Untuk hari ini kegiatannya itu kuliah umum yang bentuknya lebih kepada literasi media. Jadi kita ingin membuat awareness teman-teman mahasiswa lebih tinggi mengenai bagaimana peran media terutama kantor berita di era digital. Misalnya, ketika ditanya tentang kantor berita Antara masih banyak yang tidak mengerti, mungkin ada yang mengerti tapi sekedar tahu tapi tidak paham sebenarnya,” kata Esti.
Dengan demikian menurut Esti, kuliah umum ini memiliki harapan bahwa mahasiswa mengenal lalu paham berbagai hal tentang kantor berita dan peran media mainstream.
“Untuk kegiatan ini jumlah peserta cukup banyak, sekitar 128 orang dan mereka sangat antusias terlihat dari materi yang disampaikan pembicara disimak dengan baik,” kata Esti.
Redaktur Pelaksana LKBN Antara Teguh Priyanto menuturkan peran media begitu penting untuk diketahui oleh mahasiswa mengingat pada saat ini berbagai informasi dengan mudahnya diakses.
Prinsip Jurnalistik
Informasi, kata Teguh tidak hanya disajikan oleh media mainstream karena saat ini banyak konten-konten di media sosial yang menyajikan informasi. Ditengah fenomena itu, perlu adanya kehatian-hatian karena tak sedikit informasi yang disampaikan itu tidak utuh bahkan berisi hoax. Maka dari itu perlunya mahasiswa mengetahui prinsip-prinsip jurnalistik. Dengan mengetahui prinsip itu, diharapkan secara mandiri mahasiswa bisa memilah apakah informasi ini berasal dari media yang kredibel atau tidak. “Prinsip yang keren di dunia jurnalistik adalah verifikasi, verifikasi, verifikasi terhadap sebuah informasi,” ujarnya. Lebih lanjut Teguh menuturkan di media mainstream yang kredibel informasi yang disampaikan kepada masyarakat itu sudah melalui verifikasi yang ketat oleh awak media, dimulai dari wartawan selanjutnya oleh editor. “Informasi kita tersaring oleh dua barrier, pertama oleh wartawan yang akan berpikir ini akan diberitakan atau tidak diberitakan karena ini penting atau tidak penting bagi masyarakat, kedua editor yang akan melihat dalam perspektif yang lebih luas, ini berguna tidak bagi masyarakat, apakah ini mendidik bagi pembaca,” ujarnya. Lebih lanjut, Teguh menyatakan prinsip-prinsip jurnalistik penting bagi mahasiswa yang ingin membuat sebuah konten informasi. “Dengan menggunakan prinsip jurnalistik, maka konten yang disajikan itu kredibel,” ujarnya. @andriBerita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!