Lima Jurnalis Hilang, Dewan Pers Terus Lakukan Koordinasi
Dewan Pers, Jakarta. /visi.news/dok
VISI.NEWS - Dewan Pers menyampaikan keprihatinan mendalam atas hilangnya lima orang jurnalis yang sedang menjalankan tugas jurnalistik untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Hingga pernyataan Dewan Pers yang disampaikan di Jakarta pada 10 September 2026 tersebut dirilis, kelima jurnalis masih dalam proses pencarian intensif oleh tim gabungan. Upaya pencarian dan pertolongan terus dilakukan dengan mengerahkan berbagai unsur dan sumber daya untuk menemukan para jurnalis tersebut.
Ketua Dewan Pers Prof. Dr. Komaruddin Hidayat mengatakan, perhatian utama saat ini adalah memastikan proses pencarian terhadap kelima jurnalis dapat dilakukan secara maksimal. Dewan Pers juga terus mengikuti perkembangan operasi SAR serta berkoordinasi dengan berbagai pihak yang berada di lapangan.
Operasi pencarian dan pertolongan dikoordinasikan langsung oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Dalam pelaksanaannya, Basarnas mendapatkan dukungan dari TNI Angkatan Laut, Ditpolairud Polda Banten dan Lampung, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta relawan setempat.
Berdasarkan laporan terkini dari posko gabungan, penyisiran difokuskan pada kawasan perairan di sekitar radius bahaya erupsi Gunung Anak Krakatau. Pencarian dilakukan dengan mengerahkan armada kapal patroli dan helikopter evakuasi untuk memperluas jangkauan penyisiran sekaligus mempercepat upaya menemukan para korban.
Operasi SAR tersebut menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Kondisi cuaca yang tidak menentu, gelombang laut yang tinggi, serta semburan abu vulkanik yang masih mengalami fluktuasi menjadi tantangan bagi petugas yang melakukan pencarian. Faktor keselamatan tim SAR juga menjadi perhatian penting dalam setiap tahapan operasi.
Dewan Pers menyatakan terus berkoordinasi dengan posko SAR, organisasi profesi jurnalis, serta tim media yang memantau perkembangan pencarian di lapangan, termasuk KBN Antara. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi terbaru sekaligus memastikan perkembangan operasi pencarian dapat dipantau secara akurat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!